Selasa, 2 Juni 2026

Kriminalitas

Gadis Ini Pasrah Setelah Tangannya Dipegang Pria Asal Cianjur

Siti Komariah (18) hanya bisa pasrah saat menyadari barang-barang berharga milik majikannya, Samuel Winata, dirampok hingga nilainya mencapai lebih da

Tayang:
Panji Baskhara Ramadhan
Ormas Komunitas Bersama (Kombes) yang menjadi wadah pelaku, untuk menarik masa yang mayoritas pengangguran untuk masuk ke dalamnya. 

"Ga ada cara lain aja buat mencari dana buat bentuk ormas. Lagian saya juga belum cek harga barang yang kemarin dirampok sama temen saya (Nana)," akuinya.

Ia juga mengaku, memberikan dua buah linggis kepada dua korbannya itu untuk mempermudah proses pencurian.

Tak lupa, pria yang memiliki kemampuan gendam itu juga mengambil dua buah telepon genggam milik pembantu tersebut dan langsung melarikan diri ke arah Cianjur.

"Setelah mereka memberikan barang hasil curian, saya memberikan jimat yang dijanjikan itu, dan menyuruh keduanya pulang ke rumah majikannya‎," kata Doni.

Survei seminggu

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Susetio Cahyadi, mengatakan, pelaku sudah melakukan pemetaan untuk melihat potensi kesulitannya.

"Mereka survei seminggu, dan dipilih mana rumah yang memang ada penghuninya," kata Susetio.

Pelaku Donny, terang Susetio, diketahui berprofesi sebagai pemborong, sedangkan Nana sebagai penjual batu akik.

"Pengakuannya ini yang pertama. Kedua pelaku juga udah sudah berkeluarga. Tapi kita masih terus dalami motif lain dari pelaku," ungkap Kapolres.

Terkait jimat yang digunakan, Susetio meyakinkan, jimat yang dimaksud bukanlah benda mistis yang ditakutkan orang banyak. Namun hanya batu kerikil biasa.

"Isinya padahal cuma kerikil dan bukan alat penyembuh penyakit," ujar Susetio Cahyadi.

Susetio Cahyadi menjelaskan, ‎aksi yang dilakukan oleh kedua pelaku merupakan modus baru di wilayah hukum Jakarta Utara.

Mantan Kepala Biro (Karo) Sumber Daya Manusia Kepolisian Daerah Kepulauan Riau itu juga mengungkapkan pelaku memiliki ilmu spiritual untuk memperdaya kedua pembantu rumah tangga.

"Pelaku (Doni dan Andrean) tidak langsung melakukan aksi kekerasan, tetapi pelaku mempe‎rkenalkan diri layaknya orang biasa, hal ini yang harus diwaspadai masyarakat. Sementara hasil perampokan kedua pelaku itu bahkan digunakan untuk membuat dan melatih sebuah kelompok massa agar dapat melakukan hal sejenis," kata Susetio Cahyadi.

Barang bukti yang diamankan oleh polisi dari hasil pencurian dan aksi gendam dari kasus ini, yakni seuntai kalung emas putih, liontin emas, beberapa mata uang asing dan rupiah, delapan buah lempengan koin emas, dua buah jam merek Rolex, dan dua buah linggis.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved