Musim Kemarau

Musim Kemarau, Puluhan Hektar Lahan di Bogor Terbakar

Musim kemarau yang telah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir, menyebabkan puluhan hektar di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, terbakar.

Musim Kemarau, Puluhan Hektar Lahan di Bogor Terbakar
Net
Ilustrasi Kebakaran Hutan

WARTA KOTA, BOGOR - Musim kemarau yang telah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir, menyebabkan puluhan hektar di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, terbakar.

Sedikitnya 30 hektar lahan terbakar sejak musim kemarau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, selama periode Juli hingga pertengahan September 2015, ada 13 titik kebakaran lahan.

Ke-13 titik tersebut di antaranya, Desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya, Desa Gunung Sari Kecamatan Pamijahan, Desa Kemang Kecamatan Kemang, Desa Rabak Kecamatan Rumpin, Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, dan Desa, Desa Putatnutug Kecamatan Ciseeng, Desa Tegalwaru Kecamatan Ciampea.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Budi Aksomo, tingkat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bogor cenderung meningkat seiring kemarau terus melanda kawasan wilayah yang berpenduduk 5,3 juta jiwa itu.

"Musim kemarau tahun lalu tidak ada kasus kebakaran lahan. Namun untuk kemarau tahun ini, kebakaran lahan hampir terjadi tiap hari," ujar Budi, Jumat (18/9).

Budi mengatakan, kasus kebakaran yang cukup besar terjadi di Desa Rabak, Kecamatan Rumpin pada Rabu kemarin yang menyebabkan lahan kosong seluas 10 hektar terbakar.

Terbakarnya lahan kata Budi disebabkan curah hujan yang tak kunjung datang serta struktur tanah yang memang rawan terbakar jika cuaca kemarau.

"Dalam sebulan, wilayah ini sudah tiga kali terjadi kebakaran lahan," katanya.

Selain itu kebakaran lahan juga terjadi di Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, dan Desa, Desa Putatnutug Kecamatan Ciseeng, Desa Tegalwaru Kecamatan Ciampea. Lahan milik warga yang terbakar berkisar 1-2 hektar.

"Secara umum, kebakaran terjadi akibat membuang puntung rokok sembarangan dan membakar lahan untuk kemudian ditanami kembali," ujar Budi Aksomo.

Budi menyebutkan, dari 13 kasus kebakaran yang terjadi selama tiga bulan terakhir ini, sedikitnya telah menghanguskan lahan seluas 30 hektar.

"Kebakaran lahan berupa semak belukar dan alang-alang milik warga dan pemerintah," ujarnya.

Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved