Rabu, 3 Juni 2026

Harga Rusunawa Jatinegara Barat Rp 500 Juta per Unit

Pemprov DKI berupaya mencegah praktik jual beli Rusunawa Jatinegara Barat yang menjadi lokasi relokasi warga Kampung Pulo.

Tayang:
Penulis: Mohamad Yusuf |
Wartakotalive/Junianto Hamonangan
Kondisi unit di Rusunawa Jatinegara Barat dengan luas hanya 30 meter persegi 

Pihaknya juga akan terus memberikan pelayanan maksimal kepada warga rusun tersebut. Dengan memperhatikan kesejahteraan sosial.

"Kami akan libatkan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), salah satunya dengan memberikan KJS dan KJP. Lalu fasilitas PAUD, peralatan olahraga, serta taman dan lainnya," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan memberikan berbagai pelatihan untuk warga. Salah satunya pelatihan menggunakan alat berat dan memandikan jenazah.

"Sarana ibadah juga akan diberikan, juga pembinaan terhadap warga di sana misalnya kepada lansia dan pembentukan majelis taklim," katanya.

Sedangkan, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengatakan, bahwa pihaknya akan langsung mengusir warga yang menjual rusunnya. Hal tersebut, dilakukan, karena rusun memang diperuntukkan warga relokasi.

"Kalau dia (warga Kampung Pulo) ke luar ya kita ambil unitnya nggak masalah. Dia nggak bisa jual karena sudah pakai KTP. Khusus Kampung Pulo nanti anggota keluarga dan rusunnya sesuai unit, jadi kita nggak mau terulang kasus yang dulu. Kalau sampai dia jual dan sewakan pun yang ambil bodoh. Kami langsung usir," katanya.

Sedangkan, untuk pekerjaan para warga, menurut Ahok, tidak ada yang berubah banyak. Pasalnya, rata-rata para warga bekerja di sekitar Jatinegara. Sementara, lokasi rusun yang akan dihuni juga hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari rumah yang dihuni mereka sebelumnya.

"Kami juga sudah tawarkan mereka mau bawa alat berat boleh mau jadi sopir truk boleh. Yang jadi masalah yang nyewa-nyewain lapak, yang perluas sungai. Kalau kamu nyatakan nggak ada kerjaan, lebih baik masuk panti," katanya.

Sementara, Ahok sendiri, menilai tidak benar, bahwa warga menyebut Camat Jatinegara, Syofian Tahir yang memprovokasi atas terjadinya kericuhan saat relokasi warga Kampung Pulo.

"Nggak ada provokasi. Kalau saya bilang itu justru anak-anak di luar yang mulai lempar. Nanti biar polisi saja selidiki. Masa Camat provokator," katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP, Kukuh Hadi Santosa, mengatakan, bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan salah pukul oleh anggota kepada warga.

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved