Pemkot Tangerang Ajak Pengusaha Bantu Tangani Krisis Air
Menipisnya persediaan air bersih di Kota Tangerang membuat pemerintah kota setempat mulai melirik pihak lain untuk membantu menangani krisis air.
WARTA KOTA, TANGERANG - Menipisnya persediaan air bersih di Kota Tangerang membuat pemerintah kota setempat mulai melirik pihak lain untuk membantu menangani krisis air.
Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah dalam rilisnya pada Kamis (13/8/2015) mengatakan bahwa dirinya sudah meminta kepada seluruh elemen, baik pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha di Kota Tangerang untuk bersama-sama memberikan solusi atas minimnya ketersediaan air bersih di lingkungan masyarakat.
"Saya baru saja menandatangani surat edaran yang akan disebarluaskan di 13 kecamatan. Isi edarannya pada intinya adalah kami selaku pemerintah meminta kepada para pelaku usaha yang memiliki sumur air tanah untuk membantu memberikan sebagian airnya kepada warga sekitar," kata Arief.
Arief mengatakan, hal ini adalah bentuk langkah antisipatif jangka pendek sembari menunggu perbaikan Bendung Pintu Air 10 Cisadane selesai.
"Mengingat perbaikan pintu air membutuhkan waktu lama, apalagi ditambah kondisi cuaca di Kota Tangerang yang tidak kunjung turun hujan, maka kami menyebarkan edaran ini," kata Arief Wismansyah.
Arief menambahkan, penyebab lain debit air kali terus berkurang adalah karena terus diolah dan distribusikan ke masyarakat. "Sementara, sungainya ini sendiri tidak mendapatkan tambahan air," kata Arief Wismansyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150812137-ribu-kepala-keluarga-krisis-air-bersih_20150812_140506.jpg)