Konsultasi

Persiapan Operasi Prostat

Sudah tiga bulan ini saya mengalami kesulitan berkemih.

Oleh dr Samsuridjal Djauzi

Sudah tiga bulan ini saya mengalami kesulitan berkemih. Jika berkemih, air seni keluar hanya sedikit dan untuk itu pun saya harus mengejan. Terakhir saya sama sekali tak bisa berkemih, padahal rasa ingin berkemih amat terasa. Saya berobat ke unit gawat darurat sebuah rumah sakit dan di sana saya mengalami kateterisasi saluran kemih. Keluar air seni seliter lebih. Rupanya air seni saya tak bisa keluar karena pembengkakan kelenjar prostat. Saya dianjurkan berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi.

Saya kemudian menjalani pemeriksaan ultrasonografi dan laboratorium di samping pemeriksaan colok dubur. Kesimpulan dokter spesialis urologi, saya mengalami perbesaran kelenjar prostat yang jinak dan pengobatannya harus dengan operasi. Saya amat khawatir jika harus dioperasi karena saya penderita diabetes sejak sepuluh tahun yang lalu. Pengobatan diabetes saya baru berjalan baik sejak setahun ini. Sebelumnya saya tidak menjaga makan, selain juga minum obat diabetes tak teratur.

Akibatnya, saya mengalami komplikasi diabetes melitus berupa gangguan fungsi ginjal ringan dan penyakit jantung koroner. Menurut dokter, saya belum mengalami komplikasi pada mata. Memang sejauh ini penglihatan saya baik saja. Namun, kakak saya memberi semangat karena dia menderita kanker prostat lanjut yang harus mengalami pengobatan kanker pengobatan nyeri tulang karena sel kanker sudah mencapai tulang.

Menurut dia, pengobatan pembengkakan prostat jinak jauh lebih sederhana. Pertanyaan saya apakah sebagai penderita diabetes yang sudah berumur 64 tahun dan sudah ada komplikasi jantung dan ginjal masih aman bagi saya untuk menjalani operasi. Teman saya menganjurkan agar saya banyak mengonsumsi apel, katanya baik untuk prostat. Apakah mengonsumsi apel secara teratur dapat menggantikan operasi prostat? Mohon penjelasan dokter.

J di B

Jawaban

Laki-laki yang berusia lanjut memang berisiko mengalami gangguan prostat. Karena itu, dalam pemeriksaan berkala laki-laki berusia lanjut dianjurkan untuk juga memeriksakan keadaan kelenjar prostatnya. Risiko kanker prostat meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Pemeriksaan yang dianjurkan adalah pemeriksaan colok dubur dan pertanda tumor yang disebut PSA.

Seperti juga pada keadaan penyakit lain, jika kanker prostat ditemukan pada stadium dini, keberhasilan pengobatan amat baik dibandingkan dengan stadium lanjut. Namun, Anda rupanya punya permasalahan lain, bukan kanker prostat, melainkan pembengkakan kelenjar prostat yang menyebabkan sumbatan pada saluran kemih. Karena itu, terapi yang tepat adalah dengan tindakan operasi. Jika pembengkakan tidak terlalu besar, dokter mungkin masih mengusahakan menggunakan obat. Namun, jika sudah besar, terapi pilihan adalah operasi. Konsumsi apel baik untuk kesehatan, terutama prostat, tetapi apel tak dapat mengecilkan prostat yang sudah membengkak. Jadi, sebaiknya Anda minta rekomendasi dokter spesialis urologi Anda.

Sebelum menjalani operasi, perlu dilakukan penilaian mengenai kelayakan menjalani operasi. Penilaian tersebut juga akan dilaksanakan sebelum Anda menjalani operasi. Keadaan umur, diabetes melitus, gangguan fungsi ginjal. Penyakit jantung koroner tentu akan menjadi pertimbangan. Bahkan, di samping itu juga akan diperiksa keadaan lain, seperti paru-paru, lemak, pemeriksaan darah secara lengkap, termasuk fungsi pembekuan darah. Pemeriksaan jasmani, laboratorium, dan pemeriksaan radiologi serta penunjang lain akan dijadikan ukuran kelayakan operasi. Dokter akan membandingkan manfaat operasi dibandingkan dengan risiko yang harus dihadapi. Sudah tentu keadaan ideal adalah jika risiko minimal. Namun, itu tidak berarti bahwa orang berusia lanjut yang mempunyai penyakit tidak boleh menjalani operasi. Jika cukup waktu, biasanya dilakukan perbaikan-perbaikan, seperti gula darah ditunggu terkendali.

Ada kalanya operasi tak dapat ditunda terlalu lama. Maka, pengendalian keadaan yang perlu diperbaiki dilakukan lebih cepat. Sementara pada operasi mendadak, operasi dapat dilaksanakan, tetapi dokter mengantisipasi keadaan yang mungkin muncul pada waktu atau sudah operasi. Dengan demikian, keberhasilan terapi dapat ditingkatkan. Meski ada pemeriksaan awal dugaan kuat adalah pembengkakan kelenjar prostat bukan disebabkan kanker, untuk lebih meyakinkan jaringan yang diambil pada operasi akan diperiksa secara histopatologi. Jika pada pemeriksaan jaringan tidak ditemukan sel kanker, kemungkinan kanker prostat dapat disingkirkan.

Pengaturan makan

Anda selama setahun ini sudah berhasil menjalani pengobatan diabetes melitus. Seperti diketahui, tonggak terapi diabetes melitus adalah edukasi, pengaturan makan, olahraga, dan obat penurun gula darah. Semua tonggak tersebut perlu dipahami secara baik. Edukasi yang baik akan dapat meningkatkan kepatuhan minum obat, kepatuhan mengatur makan atau berolahraga.

Mereka yang sudah menjalani pengaturan makan, olahraga, dan minum obat penurun gula darah secara teratur akan terbiasa dengan gaya hidup barunya. Selanjutnya, kebiasaan tersebut akan menetap sehingga menjadi kebiasaan sehari-hari. Keluarga dan teman-teman dapat membantu agar penderita diabetes melitus menjalani pengobatan dengan baik. Sampai sekarang ini belum ada obat atau terapi diabetes yang dalam waktu singkat menyembuhkan diabetes melitus. Jadi, prinsip-prinsip pengobatan tadi yang telah diakui oleh dunia kedokteran perlu diamalkan dengan baik dan teratur.

Berbagai penawaran terapi, apalagi yang menjanjikan kesembuhan diabetes, perlu diteliti, tanyakan kepada dokter Anda atau cari informasi di pusat informasi kesehatan yang dapat dipercaya, seperti WHO, Kementerian Kesehatan, atau Perhimpunan Profesi Dokter. Penderita diabetes sewaktu-waktu mungkin akan menjalani operasi. Dewasa ini, pengendalian diabetes melitus sudah dilakukan dengan baik. Jika operasi segera harus dilakukan, pengendalian gula darah penderita dilakukan secara cepat dan ini biasanya perlu dilakukan di ruang perawatan rumah sakit. Jika operasi dapat direncanakan, pengendalian gula darah dilakukan cukup dengan berobat jalan.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved