Resensi Buku

Senjata Rahasia Fokus

Fokus merupakan sebuah bentuk konsentrasi penuh, yang jika terjadi akan melahirkan perasaan menyenangkan.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Buku Focus: Pendorong Kesempurnaan yang Tersembunyi. 

Oleh Herry Tjahjono

Pertanyaan sederhana ini penting diajukan. Saat membaca resensi ini, masihkah pikiran kita terfokus padanya? Apakah mata kita tidak terbelokkan oleh tanda ”ping”, ”e-mail” masuk, Facebook, Twitter, atau WA?

Hasil kajian menunjukkan, tidak kurang dari 40 persen pikiran pembaca mengembara ke sana kemari.

Sebuah survei acak terhadap ribuan responden juga menghasilkan temuan menarik.

Nilai atensi atau fokus tertinggi terhadap ”saat ini dan di sini” adalah pada saat manusia melakukan kegiatan bercinta.

Urutan kedua pada kegiatan olahraga. Dan, ketiga pada kegiatan mengobrol.

Sebaliknya, pikiran yang mengembara atau kondisi tidak fokus yang tertinggi ditemukan justru pada saat mereka sedang bekerja, menggunakan komputer pribadi, ataupun dalam perjalanan menuju tempat kerja.

Daniel Goleman, penulis buku Emotional Intelligence, membedah soal ”fokus” ini dalam buku hasil kajian dan temuan praktisnya berjudul Focus: Pendorong Kesempurnaan yang Tersembunyi, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (2015).

Fokus merupakan sebuah bentuk konsentrasi penuh, yang jika terjadi akan melahirkan perasaan menyenangkan. Rasa senang itu adalah tanda emosional bagi flow seseorang.

Flow, sebuah bentuk konsentrasi tinggi pada apa yang dilakukan sehingga hal lain jadi tak berarti, lalu lahir perasaan larut secara total pada yang kita kerjakan, keterikatan, pengayaan batin, dan akhirnya lahirlah keterampilan tingkat tinggi.

Otak sendiri paling efektif belajar dan mengingat tatkala konsentrasi manusia berada pada titik paling kuat.

Fokus dan kesuksesan
Fokus berhubungan langsung dengan satu kata penting: kesuksesan.

Kabar baik tentang fokus datang dari laboratorium neurosains yang menyebutkan bahwa kemampuan berfokus (atensi) itu seperti otot.

Jika tidak digunakan dengan baik, ia akan semakin lemah. Namun, jika dilatih dengan efektif, ia akan tumbuh, berkembang, dan menentukan kehidupan yang sukses dan produktif.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved