Mahasiswa Tewas di Danau UI

Terlalu Kritis, Jadi Alasan Akseyna Dibunuh

Analisa grafolog yang diminta polisi untuk menganalisa surat yang ditemukan di kamar kos Akseyna, menunjukkan dugaan kuat dibunuh.

Wartakotalive/Budi Sam Law Malau
Kolonel Sus Mardoto bersama istri (Orangtua Akseyna) dan anggota TNI AU di Mapolresta Depok, Jumat (17/4/2015) 

WARTA KOTA, DEPOK - Kolonel Sus Mardoto, ayah kandung Akseyna Ahad Dori (18) alias Ace, mahasiswa UI jurusan Biologi yang ditemukan tewas mengambang di Danau Kenanga UI, mengatakan bahwa hasil analisa grafolog yang diminta polisi untuk menganalisa surat yang ditemukan di kamar kos Ace, menunjukkan dugaan kuat bahwa Ace dibunuh.

Menurut Mardoto, jika memang Ace dibunuh, ia menduga pelakunya adalah orang yang mengenal dan dikenal ace dengan baik.

"Motifnya sangat mungkin terkait dengan keteguhan dan kekritisan Ace dalam hal bidang akademis ataupun keagamaan. Sehingga ada konflik atau ketidaksukaan orang lain terhadap anak saya," kata Mardoto kepada Warta Kota, Jumat (22/5/2015).

Meski begitu, kata Mardoto, motif lain jug masih terbuka untuk didalami oleh polisi.

"Saya lebih berkeyakinan kasus ini murni karena akseyna. Kalau terkait dengan profesi saya, apakah ada indikasi itu? Hingga saat ini saya belum melihat indikasi itu," katanya.

Sebelumnya Mardoto menuturkan bahwa keluarga sudah mengetahui hasil analisa tulisan di 'surat wasiat' Akseyna oleh Grafolog atau Analis Tulisan Tangan, Deborah Dewi, yang diminta oleh Polisi.

Baca juga: Surat Wasiat Akseyna Dibuat oleh Dua Orang

Menurut Mardoto, sampai sejauh ini, hasil analisa grafolog masih sejalan dengan keyakinan keluarga bahwa Akseyna tewas dibunuh dan bukan bunuh diri.

"Sesungguhnya dalam pandangan keluarga hasil analisis itu masih sejalan dng keyakinan keluarga selama ini, bahwa surat itu bukan tulisan Ace. Tandatangannya juga bukan Ace yang membuat," kata Mardoto.

Baca Juga: Kapolrestro Depok Gelagapan Ditanya Surat Wasiat Akseyna Dibuat Dua Orang

Mardoto berharap hasil analisis grafolog itu dapat digunakan polisi untuk melakukan penyelidikan lebih dalam.

"Saya berterima kasih kepada grafolog yang punya perhatian atas kematian anak saya dan berinisiatif menganalisis surat tersebut. Saya juga berterimakasih kepada Polri yang mau mendalami penyelidikan dengan memanfaatkan Ahli Annalis Tulisan Tangan dari profesional di luar Polri," papar Mardoto.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved