Mahasiswa Tewas di Danau UI

Hasil Otopsi Mahasiswa UI Tewas di Danau Diperbaiki, Ada Apa?

Kapolresta Depok Kombes Ahmad Subarkah mengaku belum menerima hasil otopsi jenasah Akseyna Ahad Dori (18).

Hasil Otopsi Mahasiswa UI Tewas di Danau Diperbaiki, Ada Apa?
depoklik.com
Akseyna Ahad Dori. 

WARTA KOTA, DEPOK— Kapolresta Depok Kombes Ahmad Subarkah mengaku sampai Senin (20/4/2015) pihaknya belum menerima hasil otopsi jenasah Akseyna Ahad Dori (18), mahasiswa UI yang ditemukan tewas mengambang di Danau Kenanga UI, Kamis (26/4/2015) dari RS Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur.

Beberapa waktu lalu, saat jenazah Akseyna berhasil diidentifikasi pihak keluarga, Ahmad sempat menyatakan bahwa hasil visum dan otopsi menunjukkan tidak ada luka bekas pukulan benda tumpul di tubuh korban.

Selain itu, kata Ahmad, hasil otopsi menunjukkan ada kotoran dan air mani yang keluar dari jenasah Akseyna. Hal ini menunjukkan bahwa Akseyna melakukan bunuh diri jauh lebih kuat.

Namun, Senin (20/4/2015) Ahmad menyebutkan bahwa pihaknya belum menerima hasil otopsi jenasah Akseyna.
Hasil otopsi yang dimaksud kali ini kata Ahmad adalah hasil otopsi yang disebutnya perbaikan dari apa yang diungkapkan sebelumnya.

"Hasil labfor atas tulisannya dengan hasil otopsi yang ada perbaikan, belum kami terima kembali," kata Ahmad di Mapolresta Depok, Senin (20/4/2015).

Ia memperkirakan hasil uji labfor atas tulisan Akseyna dan hasil otopsi perbaikan jenasah Akseyna akan diterima pihaknya Selasa (21/4/2015).

Menurut Ahmad pihaknya juga akan melakukan uji banding psikologi korban dengan pihak Universitas Indonesia. "Semuanya kami lakukan menyeluruh agar kasus ini terungkap jelas," ujarnya.

Ia mengatakan kasus tewanya Akseyna diakuinya bukan kasus yang mudah.

"Banyak hal yang belum bisa dipastikan. Apakah ini bunuh diri, kecelakaan atau dibunuh, belum dapat disimpulkan," katanya.

Karenanya pihaknya masih menunggu hasil uji labfor tulisan Akseyna serta hasil otopsinya, untuk dikroscek dengan semua fakta yang dimiliki polisi mulai dari hasil pemeriksaan saksi dan olah TKP yang sudah dilakukan.

"Jadi semuanya kita cocokkan dan kita satukan sehingga kesimpulan yang didapat akurat," katanya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved