Selasa, 7 April 2026

Pembunuhan

Pembunuh Empi Dibekuk di Depan Istrinya yang Hamil

Muhamad Prio Santoso alias Rio (24), pembunuh Deudeuh Alfi Syahrin alias Empi (26), dibekuk di depan istrinya yang tengah hamil.

Editor: Suprapto
Wartakotalive.com/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Inilah Rio Santoso, pembunuh Empi saat digiring ke kantor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (15/4/2015) siang. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Muhamad Prio Santoso alias Rio (24), pembunuh Deudeuh Alfi Syahrin alias Empi (26), dibekuk polisi Rabu (15/4) dini hari pukul 03.30 di Batu Tapak, Bojonggede, Kabupaten Bogor di depan istrinya.

"Pelaku ditangkap pada Rabu dini hari. Dia sedang tidur bersama istrinya," ucap Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Budi Towoliu di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/4).

Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengetahui keberadaan Rio dengan melacak ponsel Empi yang dibawa kabur pelaku.

Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Albert Sianipar mengatakan, setelah membunuh Empi, Rio membawa kabur empat unit ponsel, dan salah satunya diaktifkan setelah diisi dengan sim card miliknya. Dari situlah keberadaan Rio bisa terlacak oleh polisi.

"Jadi, kami selidiki dari handphone-nya. Sim card korban memang dibuang, tapi chip-nya di handphone kan masih bisa terlacak," ujar Albert dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Dalam jumpa pers itu, Rio mengaku membunuh Empi karena tersinggung saat korban menyebut badan Rio bau saat tengah berhubungan intim. Itulah yang menjadi alasan Rio membunuh Empi. Dan korban tewas karena kehabisan napas.

Rio juga mengaku sengaja mengambil tiga ponsel milik korban dan sebuah MacBook untuk dijual. "Mau saya jual untuk berobat ibu saya," ucap Rio kepada Warta Kota, di Mapolda Metro, kemarin.

Rio mengaku sudah dua kali mengencani Empi sejak akhir Maret lalu. Tapi di kencan pertama rio belum melihat Empi memiliki peralatan komunikasi yang begitu canggih. "Saya baru lihat dia (Empi) punya barang mewah waktu itu (pembunuhan)," ucap Rio. Makanya, Rio berniat mengambilnya dan membawanya kabur.

Pesan PSK lagi

Rio membunuh Empi, Jumat (10/4) pukul 20.00. Dia mencekik Empi hingga tewas karena kesal dibilang badannya bau saat berhubungan intim. Usai membunuh atau sekitar 15 menit kemudian (pukul 20.15), Rio melarikan diri dengan mengenakan topi dan masker.

Dari rumah kos, Rio menuju Stasiun Tebet. Dan setelah sempat agak lama di stasiun, sampai akhirnya Rio memilih pulang naik kereta ke Bojonggede.

Setelah tiga hari membunuh Empi dan kabur, Rio kembali memesan pekerja seks via Tw­it­ter, Senin (13/4). "Itu saya lakukan untuk menghilangkan jejak supaya polisi tidak curiga. Jadi saya tetap berlagak terus mendekati pekerja seks," jelas Rio.

Seperti diberitakan, Empi ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Tebet Utara 15 C No 28 RT 007 / RW 010, Tebet Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4) pukul 19.00. Saat ditemukan, janda cantik beranak satu ini tanpa busana, mulutnya tersumpal kaus kaki dan leher terlilit kabel.

Atas perbuatannyam Rio dijerat Pasal 338 dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Guru privat

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved