Siswi SMK Ini Terjaring Razia Saat Tawuran
Cuma dia satu-satunya perempuan yang berani ikut tawuran, sehingga dijadikan mata-mata,
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Sebanyak 55 siswa SMK dari dua sekolah di Depok yakni SMK Baskara dan SMK Fajar di Jalan Raya Sawangan, Depok, yang hendak tawuran diamankan aparat ke Mapolresta Depok, Selasa (31/3/2015) sore.
Mereka dijaring dari Jalan Raya Kartini, Pancoran Mas, Depok setelah sempat tawuran.
Dari tangan mereka didapati sejumlah senjata tajam berupa dua celurit, satu kelewang, tiga besi panjang sekitar satu meter yang ditajamkan, dan satu gir motor terikat tali.
Dari ke-55 siswa salah satunya adalah perempuan bernisial RD (15). RD merupakan siswa kelas I SMK Baskara, Pancoran Mas, Depok.
Saat diamankan petugas, RD tengah membawa tas ransel yang di dalamnya berisi senjata tajam.
"Saya gak tahu kalau tas itu isinya senjata tajam. Saya cuma disuruh bawa saja. Itu bukan tas saya," kata RD di Mapolresta Depok, Selasa sore.
Menurut RD, ia diajak teman-teman prianya untuk berziarah ke makam rekannya di Bojonggede.
"Saya diajak ke kuburan teman untuk ziarah. Dan waktu diajak saya disuruh bawa tas. Tapi gak tahu kalau isinya ada celuritnya," kata RD.
Kepala Bagian Operasi Polresta Depok, Kompol Tri Yulianto mengatakan ke 55 siswa dari dua SMK itu diamankan saat kedua kubu hendak tawuran.
"Sebanyak 15 pelajar adalah siswa SMK Baskara, dan 40 siswa dari SMA Fajar. Kedua SMK ini, memang kerap tawuran di Jalan Kartini," papar Tri.
Menurut Tri, diamankannya ke 55 siswa ini saat petugasnya tengah menggelar patroli di Jalan Kartini Raya.
"Mereka yang berjalan berkerumum langsung berlarian dan kami amankan," kata Tri.
Tri mengatakan walau mereka berdalih akan berziarah, dalam tas mereka ditemukan senjata tajam.
Hal ini membuktikan bahwa mereka hendak tawuran.
"Jelas pelajar ini akan tawuran dan menyerang sekolah lain. Mereka sudah menyiapkan senjata tajam di dalam tas untuk saling menyerang," katanya.