Senin, 20 April 2026

Gaya Hidup

Belly Dance Jadikan Perempuan Lebih Percaya Diri

Banyak cara yang digunakan wanita masa kini untuk membentuk badannya menjadi lebih seksi. Salah satunya dengan belly dancer. Apa itu?

Penulis: Feryanto Hadi |

“Banyak wanita yang hanya sekedar bisa nari, lantas mereka menari belly dance di club-club malam. Itu bedanya di sini dan di luar negeri. Maka tidak heran jika image tarian ini di masyarakat Indonesia menjadi negatif. Padahal, di negara lain, yang dijual adalah sisi estetika dan artnya dari setiap gerakan belly dance. Belly dance itu memang soal sensualitas namun bukan untuk jual seksual,” ujarnya.

Bahkan, perempuan muda atau ibu-ibu yang berlatih ke Hareeemquen Studio, mereka datang secara sembunyi-sembunyi, tidak diketahu suami, anak atau teman-temannya.

“Ya karena itu, mereka masih parno terhadap image yang berkembang di masyarakat saat ini. Padahal, tarian ini untuk kesehatan dan banyak manfaat lainnya. Toh sebagian besar murid saya belajar belly dance bukan untuk perform di muka umum.”

Nadia Andrini (19) yang belajar belly dance di Haremqueen sejak setahun lalu mengatakan, keinginannya belajar belly dance hanya untuk menjaga kebugaran fisiknya.

“Kalau fitnes dan aerobic rawan cedera. Menari belly dance lebih aman meskipun awalnya sangat susah melakukannya, karena harus melenturkan perut dan pinggul. Tapi lama-lama jadi terbiasa. Badan jadi bugar dan merasa percaya diri saja,” kata mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretaris Tarakanita kepada Warta Kota.

Penasaran

Belly dance berasal dari negeri Timur Tengah sekitar abad ke-18 yang dikenal dengan raqs Sharqi atau Dance Oriental, Tari Mesir atau Dansa Arab. Dulunya, tarian rakyat ini ditampilkan pada acara-acara perayaan seperti pernikahan.

Belly dance biasa di setiap tampil selalu diiringi oleh musik. Pada awalnya, Belly dance menggunakan musik tradisional timur tengah seperti gambus. Namun kini lebih diimprovisasi dengan musik modern. Kostum yang biasa dipakai oleh penari biasanya agak terbuka. Aksesoris seperti hip scarf dan bulu mempercantik kostum para penari. Di Haremqueen, Suzanna juga menjual berbagai busana belly dance, baik impor maupun hasil desainnya sendiri.

“Orang-orang masih sudah mendapatkan kostum belly dance di Jakarta ini. Makanya saya sekalian menjual kostum. Yang impor, saya datangkan langsung dari Mesir dengan harga sekitar 1000 USD. Kalau yang local hasil desain saya sendiri, harganya sekitar Rp1-3 juta, bisa lebih kalau mereka memesan dengan bahan khusus,” jelasnya.

Suzanna sendiri menekuni belly dance sejak 2006 silam, berawal dari rasa penasaran ketika menyaksikan pertunjukkan tersebut di luar negeri. “Kebetulan suami saya orang Inggris, jadi suka ke luar negeri. Saat melihat beberapa pertunjukkan belly dance, saya tertarik dan langsung berguru dengan instruktur belly dance kelas dunia di Mesir. Saat pulang ke Indonesia lagi, saya membuka Harlemquuen,” jelas mantan konsultan keuangan ini.

Tidak hanya itu, Suzanna beserta sang adik, Melania¸sejak itu kerap diundang untuk show di beberapa kegiatan di berbagai kota seperti Lombok, Denpasar, Bandung, Makassar dan beberapa kota lainnya untuk tampil secara ekslusif. Selain itu, ia juga telah berkeliling Indonesia untuk memenuhi undangan sebagai instruktur belly dance.

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved