Senin, 20 April 2026

Dampak Kenaikan Harga BBM

Pertumbuhan Properti Diperkirakan Hanya 10 Persen di Tahun 2015

Tetapi teman-teman di REI saat ini belum menentukan berapa angka kenaikannya

Penulis: Feryanto Hadi |

WARTA KOTA, JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang cukup signifikan, Rp2000 per liter, berdampak terhadap berbagai sektor. Tidak terkecuali pada sektor properti. Ketua DPP Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta Amran Nukman menyebut kenaikan harga BBM tersebut akan menyebabkan naiknya harga komponen lain dalam bidang properti, misalnya harga bahan baku, material dan biaya-biaya lainnya.

Terlebih, menurut Amran, kenaikan harga BBM juga dibarengi dengan naiknya suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate dan di saat yang hampir bersamaan pula diumumkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) maupun Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang tentu saja akan berdampak kepada bisnis properti.

"Tetapi teman-teman di REI saat ini belum menentukan berapa angka kenaikannya. Yang jelas, sektor properti juga akan terkena efek psikologis dari adanya kenaikan harga BBM dan kenaikan UMP/UMK," katanya kepada Warta Kota, Senin (24/11).

Antonius Alexander, Direktur PT. Karianta Ersada mengatakan, kenaikan harga BBM tentu akan berdampak banyak kepada bisnis properti yang dijalankannya.

"Kalau bicara kemungkinan harga properti naik pasti ada. Apalagi melihat pengaruh kenaikan harga bbm terhadap bahan baku material bangunan. Otomatis harga properti juga naik, hanya saja belum terpikir saat ini untuk menaikkan harga perumahan kita," katanya.

Bagi pengusaha properti atau pengembang, menentukan harga jual properti, kata dia, menjadi pertimbangan utama dalam bisnisnya.

"Menentukan harga rumah tidak boleh sembarangan, semua aspek diperhitungkan, termasuk daya beli calon konsumen kita. Harga pasaran kompetitor juga menjadi pertimbangan," jelas Antonius yang saat ini sedang menggarap perumahan BONIA Residence, di Jatimurni, Pondok Melati, Bekasi. Di proyeknya itu, harga rumah type 36/72 dijual Rp. 490jutaan.

Naik 10 persen

Sementara itu, Amran meyakini, dalam waktu dekat mau tidak mau pengusaha properti akan menaikkan harga jual. Ia memprediksi, kenaikan harga properti sekitar 10 persen.

"Pelaku usaha properti juga selalu memperhatikan timing yang tepat untuk menaikkan harga. Apalagi persaingan properti sekarang ketat. Jangan sampai sekarang harga naik, nanti Januari naik lagi," imbuhnya.

Amran menyadari kenaikan harga properti berdampak kepada daya beli masyarakat. "Masyarakat atau konsumen pasti kecewa. Tapi perlu dipahami bahwa kita juga kecewa dengan kenaikan harga BBM yang menyebabkan dampak yang luas, termasuk di sektor properti. Yang menanggung beban, ya, pengembang dan masyarakat atau konsumen. Ini dilemma bersama-sama."

Meski diprediksi akan terjadi kenaikan harga, Amran optimistis sektor properti akan terus tumbuh meskipun nilainya menurun dibandingkan dua atau tiga tahun lalu. Tahun 2015, ia memprediksi sektor properti akan naik 10 persen.

"Jelas menurun dibandingan 2-3 tahun lalu yang mencapai 20-30 persen. Faktornya banyak, di antaranya kenaikan harga BBM dan UMK. Tapi karena menjadi salah satu kebutuhan primer, properti tetap akan diburu. Kami prediksi pertumbuhan tahun depan sekitar 10-15 persen," katanya.

Di Jakarta dan kota-kota satelitnya, perkembangan properti juga dinilainya akan terus berkembang pada tahun 2015. Khususnya, kata Amran, di daerah timur Jakarta seperti Bekasi, Cibubur, Cileungsi bahkan Bogor. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, seperti masih tersedianya banyak lahan, pertumbuhan ekonomi kawasan yang pesat dan ketersediaan infrastruktur maupun transportasi yang memadai.

"Begitu juga di daerah-daerah sebelah barat Jakarta juga diprediksi properti akan tumbuh pesat, seperti di kawasan Puri (Jakarta Barat) dan Karawaci (Tangerang). Kalau di utara-selatan seperti Kelapa Gading, Pluit, Bintaro, Serpong, sudah sejak beberapa tahun lalu," jelasnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Tags
properti
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved