Wow, Jeruk Nipis Usir Musuh Besar Patung Pancoran
Ketika Iwan Fals merilis lagu "Sore Tugu Pancoran" pada 1985, patung di puncak tugu yang ia nyanyikan belum pernah dimandikan.
WARTA KOTA, PALMERAH - Ketika Iwan Fals merilis lagu "Sore Tugu Pancoran" pada 1985, patung di puncak tugu yang ia nyanyikan belum pernah dimandikan. Saat itu Patung Dirgantara-demikian ia diberi nama-sudah berumur 19 tahun.
Baru sekarang patung itu dimandikan. Pekan ini Unit Pelaksana (UP) Balai Konservasi DKI Jakarta sedang sibuk mencuci patung di ketinggian 27 meter itu. Bayangkanlah daki di kulitnya.
Kotoran-tepatnya karat-menjadi penyakit kronis setiap obyek berbahan logam. Patung Dirgantara bukan kekecualian, karena terbuat dari logam perunggu. Inilah obat yang akan dipakai untuk menyembuhkannya: “obat herbal” bernama jeruk nipis.
Jeruk nipis terbukti mampu membersihkan bahan-bahan logam dari karat. Ini resep dari zaman para empu masih menempa keris. Saat itu jeruk nipis telah digunakan untuk mencuci senjata.
Rahasia khasiat jeruk nipis dalam membersihkan karat terletak pada proses pembentukan kotoran itu. Hubertus Sadirin, ahli konservatori pada UP Balai Konservasi mengatakan, Patung Pancoran yang berada di ruang terbuka terus-menerus terpapar panas, udara lembab, dan zat kimia. "Itu semua mengoksidasi logam penyusun patung," ujarnya.
Salah satu bahan kimia yang memicu karat adalah asap kendaraan. Penyebabnya, gas buang itu mengandung karbon monooksida dan sulfur dioksida.
Zat kimia lain yang bisa memicu pengkaratan adalah asam dan garam yang terdapat di lingkungan. Dua senyawa itu bisa bereaksi dengan logam membentuk karat tembaga sulfat, tembaga klorida, dan tembaga fluorida.
"Dari semua itu, musuh paling besarnya adalah copper (tembaga) klorida," ungkap Sadirin saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/8/2014).
Karat bila dibiarkan akan menyebabkan degradasi. Nah, jeruk nipis membantu memperlambat proses pengkaratan itu. "Bukan menghentikan," kata Sadirin.
Sejumlah patung di Jakarta sudah pernah dimandikan dengan jeruk nipis. Beberapa diantaranya adalah Tugu Tani dan Patung Pemuda. Benda-benda logam di Istana Bogor dan Istana Negara juga dibersihkan dengan bahan sama.
Jeruk nipis berkhasiat membersihkan logam dari karat karena kaya asam sitrat. "Asam sitrat akan melarutkan logam yang teroksidasi," ujar Profesor riset bidang kimia organik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mohammad Hanafi.
Asam sitrat memiliki gugus karboksilat. Gugus itu adalah bagian dari struktur kimia asam sitrat yang terdiri dari oksigen, karbon, dan hidrogen. Tembaga klorida misalnya, akan bereaksi dengan gugus karboksilat pada asam sitrat. Hasilnya adalah senyawa kompleks yang lebih mudah dibersihkan.
Sadirin mengungkapkan, jeruk nipis juga terbukti mampu membantu membersihkan kotoran yang telah mengendap lama pada logam. Itulah sebabnya, jeruk nipis juga menjadi senjata rahasia untuk menggilapkan perkakas rumah tangga.
Untuk membersihkan Patung Pancoran yang berbobot 11 ton dan tinggi badan 11 meter, UP Balai Konservasi cukup menggunakan 25-30 kilogram jeruk nipis. Mula-mula jeruk di-blender. Sari yang dihasilkan akan dioleskan ke kulit patung. Setelah lima menit, patung disikat dengan hati-hati.
Namun sebelum itu, Patung Pancoran akan mendapat pra-treatment, yakni pembersihan kering dan basah dengan disikat. Ada tahap lain juga setelah dibasuh jeruk nipis, yakni mandi alkali gliserol.