Penganiayaan
Kasus SMA 3 : Padian Dikenal Sebagai Anak yang Supel
Kabar mengenai meninggalnya Padian Prawirodirja (16) membuat pihak keluarga maupun rekan sekolah terpukul.
"Kami minta maaf kepada rekan jurnalis, mohon tidak meliput peristiwa ini. Kami sudah ikhlas atas kepergian anak kami," kata Jaka Waluya kepada belasan jurnalis yang meliput pamakaman Pandi di TPU Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan pada Kamis.
Sama halnya dengan sang bunda, Meliati. Dirinya yang terlihat masih sembab karena terus menangis pun hanya menjawab singkat Warta Kota meminta izin untuk meminta pendapatnya terkait proses hukum atas kematian anaknya. "Saya sudah ikhlas, sudah sampai sini aja. Kami (keluarga) sudah tidak akan perpanjang masalah lagi," ucap meliati singkat memalingkan diri.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Indra Fadillah Siregar mengatakan kalau pihak keluarga Pandi belum melakukan pelaporan atas kematian anaknya hingga Kamis malam. Dirinya yang bertemu dengan kedua orangtua Pandi langsung saat pemakaman mengaku kalau keduanya sudah pasrah dan meyakinkannya kalau kematian Pandi karena sakit.
"Kematian korban masih dalam satu runutan kejadian tewasnya siswa SMA 3 (Alfriand Caesary Al Irhami-red) sebelumnya. Kami akan cek dan lakukan proses idetinfikasi," Kompol Indra kepada Warta Kota di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis.
Mengenai perkembangan penyidikan terhadap kelima orang senior korban yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni D, K, T, A, dan P sudah dalam penyidikan pihaknya. Dirinya pun menyampaikan kalau pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi serta tersangka mengenai runutan kegiatan pecinta alam yang menewaskan dua orang Siswa SMA 3 Setiabudi saat ini.
"Masih lima orang tersangkanya, tapi masih kami kembangkan apakah ada keterlibatan pihak lainnya. Jadi tidak menutup kemungkinan bila memang ada tersangka lain, tapi seluruhnya masih pendalaman," kata Kompol Indra.