Pramono Edhie Sesalkan Malaysia Cekal Film The Raid 2
Peserta Konvensi Capres PD, Pramono Edhie Wibowo menyesalkan sikap Pemerintah Malaysia melarang pemutaran film laga The Raid 2: Berandal.
Penulis: Sri Handriyatmo Malau | Editor: Lucky Oktaviano
Sukses dengan film Merantau (2009) dan The Raid (2012) lalu. Merantau Films kembali mempersembahkan sekuel film laga berkualitas, The Raid 2: Berandal.
The Raid 2: Berandal memang menjadi film paling ditunggu. Banyak penggemar film laga penasaran bagaimana kelanjutan cerita film sebelumnya yang menuai sukses besar.
Berbeda dengan The Raid pertama, selain aksi Iko Uwais dan Yayan Ruhian, film yang menghabiskan dana puluhan miliar itu juga menampilkan wajah baru seperti Julie Estelle, Arifin Putra, Oka Antara, Alex Abbad, dan Tio Pakusadewo.
Koreografi yang atraktif dan mematikan juga dikeluarkan oleh pesilat yang diakui internasional, Cecep Arif Rahman sebagai pembunuh sadis, melawan Iko Uwais.
Film The Raid 2: Berandal bercerita tentang polisi intel, Rama (Iko Uwais) yang menyamar dalam sindikat kejahatan besar di Indonesia. Rama ditugaskan mencari pejabat polisi yang korup, melindungi penjahat.
Banyak aksi mendebarkan dan menegangkan disuguhkan oleh sutradara Gareth Evans. Koreografi seni beladiri tingkat tinggi juga dikeluarkan oleh para ahlinya.
Adegan berbahaya kejar-kejaran di jalan juga dikemas apik tanpa memakan korban.