Minggu, 3 Mei 2026

Pramono Edhie Sesalkan Malaysia Cekal Film The Raid 2

Peserta Konvensi Capres PD, Pramono Edhie Wibowo menyesalkan sikap Pemerintah Malaysia melarang pemutaran film laga The Raid 2: Berandal.

Tayang:

WARTA KOTA, JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) dan peserta konvensi Calon Presiden PD, Pramono Edhie Wibowo menyesalkan sikap Pemerintah Malaysia melarang pemutaran film laga The Raid 2: Berandal.

Film laga yang dibintangi Iko Uwais yang seharusnya tayang perdana di Malaysia pada 27 Maret lalu, tapi tidak kunjung tayang hingga hari ini.

Apalagi pencekalan pemutaran film yang disutradarai Gareth Evans dengan banyak menyuguhkan aksi mendebarkan dan menegangkan itu tidak disertai alasan yang jelas.

"Sungguh sangat disayangkan kalau Pemerintah Malaysia mencekal peredaran film ini di Malaysia tanpa memberikan alasannya," ucap Pramono saat dikonfirmasi Tribun Network, Selasa (1/4/2014).

Menurut Pramono sikap pemerintah Malaysia ini sangat mengganggu tumbuhnya industri kreatif khususnya perkembangan dunia perfilman di Asia.

"Film laga karya anak bangsa The Raid 2: Berandal ini sudah tayang serentak di bioskop Indonesia dan Amerika, sejak hari ini. Film ini juga sudah banyak menuai pujian dari kritikus film dunia saat diputar di Sundance Festival 2014. Jadi ini sangat disayangkan sekali," ujar Pramono.

Karenanya, peserta konvensi Capres Partai Demokrat ini meminta pemerintah Malaysia segera menjelaskan alasan pencekalan film ini.

"Alasan pencekalan dibutuhkan untuk perkembangan industri kreatif di Indonesia, maupun ASEAN," kata Pramono.

Ditambah lagi, kata dia, Asean Economic Community dijadwalkan efektif per Desember 2014.

"Saya berharap negara Asean benar-benar akan menjalaninya dengan tulus, dan bukanya malah melakukan pencekalan akan produk-produk baik asal negara tetangganya," ungkap Edhie.

Selain itu, Pramono mendorong juga Departemen Luar Negeri Republik Indonesia untuk dapat turut aktif melakukan peran mediasi dengan Pemerintah Malaysia.

Di Indonesia sendiri, kontribusi bidang usaha industri film, video, dan fotografi mencapai Rp. 8,4 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2013. Angka ini naik 13,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya sekitar Rp. 7,4 triliun.

"Saya berharap industri kreatif bisa makin berkembang di kemudian hari dan menjadi primadona di sektor non-migas," tutup Edhie.

The Raid 2 : Berandal

Film laga karya anak bangsa The Raid 2: Berandal tayang serentak di bioskop Indonesia dan Amerika, Jumat (28/3/2014).

Sukses dengan film Merantau (2009) dan The Raid (2012) lalu. Merantau Films kembali mempersembahkan sekuel film laga berkualitas, The Raid 2: Berandal.

The Raid 2: Berandal memang menjadi film paling ditunggu. Banyak penggemar film laga penasaran bagaimana kelanjutan cerita film sebelumnya yang menuai sukses besar.

Berbeda dengan The Raid pertama, selain aksi Iko Uwais dan Yayan Ruhian, film yang menghabiskan dana puluhan miliar itu juga menampilkan wajah baru seperti Julie Estelle, Arifin Putra, Oka Antara, Alex Abbad, dan Tio Pakusadewo.

Koreografi yang atraktif dan mematikan juga dikeluarkan oleh pesilat yang diakui internasional, Cecep Arif Rahman sebagai pembunuh sadis, melawan Iko Uwais.

Film The Raid 2: Berandal bercerita tentang polisi intel, Rama (Iko Uwais) yang menyamar dalam sindikat kejahatan besar di Indonesia. Rama ditugaskan mencari pejabat polisi yang korup, melindungi penjahat.

Banyak aksi mendebarkan dan menegangkan disuguhkan oleh sutradara Gareth Evans. Koreografi seni beladiri tingkat tinggi juga dikeluarkan oleh para ahlinya.

Adegan berbahaya kejar-kejaran di jalan juga dikemas apik tanpa memakan korban.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved