Manusia Sudah Punya Teknologi untuk Temukan Alien
4 Desember lalu pakar astrobiologi telah meminta Kongres AS untuk berinvestasi untuk babak berikutnya pencarian kehidupan di luar Bumi.
Akhirnya para ilmuwan ingin langsung mencitrai planet-planet, namun upaya ini membutuhkan pemblokiran cahaya satu bintang sehingga sebuah planet bisa terlihat.
Caranya adalah dengan menggunakan penyerta teleskop bernama koronograf internal dan membuat bayangan bintang yaitu objek raksasa seperti bunga yang bisa dipindah-pindah di ruang angkasa. Para ilmuwan perlu mencoba kedua metode ini untuk membutkikan salah satunya bekerja, kata Seager.
Estimasi paling optimistis untuk menemukan kehidupan dalam satu dekade ini mungkin adalah teleskop James Webb, kata Seager.
Namun dia mengatakan pendekatan yang lebih realistis dibutuhkan, termasuk teleskop generasi mendatang untuk menggantikan teleskop James Webb. Lalu didapatlah prospek kehidupan cerdas.
Sejarawan ruang angkasa Stephen Dick menyerukan pembaruan upaya mencari kehidupan berkecerdasan melalui pencarian berkecerdasan ekstraterestial (SETI). "Tak ada isyarat biologi yang akan lebih penting daripada sinyal radio," kata Dick seperti dikutip space.com.