Batavia Madrigal Singers Lima Besar Dunia
Italia, Menara Pisa, Joko Widodo, Paduan Suara, BMS
|
Editor:
Menjadi bagian dari panggung European Grand Prix (EGP) for Choral Singing di Arezzo, Italia ke-25 se-dunia, merupakan sebuah prestasi gemilang bagi sebuah grup Paduan Suara Indonesia, BATAVIA MADRIGAL SINGERS. Padua suara atau sekumpulan penyanyi solo yang berjumlah 40 orang dan berdomisili di Jakarta serta Bandung, bertolak ke Arezzo, Italia pada tgl 25 Agustus 2013, untuk berlomba menjadi yang terbaik dari empat negara lain: Argentina; Lettionia; Slovenia; Ukraina.
Kelompok paduan suara dari Jakarta ini menunjukan suara emasnya pada perlombaan yang berlangsung tgl. 28 Agustus 2013, di sebuah Basilica kuno San Domenico, sore hari. Arezzo, sebuah kota kecil di Italia, namun mandiri dengan banyaknya bangunan bersejarah, serta benteng peninggalan Perang Dunia I dan II, yang aus terkena bom. Pengunjung tumplek, menjadikan ruang gereja itu terasa panas. Untuk mencapai ke European Grand Prix (EGP) for Choral Singing ke-25, Arezzo, BMS harus lebih dulu bertanding di Bulgaria. Dan mereka menang. Bahkan sebelum dari Bulgaria ditingkat Asia, BMS menyingkirkan kelompok paduan suara dari Jepang dan Cina. Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Bidang Dinas Pariwisata Pemprop DKI Jakarta, juga Duta Besar Indonesia untuk Negara Vatikan, Budiarman Bahar, turut hadir di tengah gegap gempita lomba.
Ada tujuh juri, mengawal EGP Arezzo. Mereka tokoh profesional, berasal dari beberapa negara Eropa. Marco Berrini – Italia; Peter Broadbent; Valerie Fayet-Perancis; Maria Gamborg Helbekkmo- Norwegia; Antonio Garcia De Paz- Spanyol; Eva Kollar – Hongaria; Ciro Visco- Italia.
Setiap penampil mendapat kesempatan selama 25 menit, sehingga mereka perlu memperhitungkan berapa lagu yang harus mereka nyanyikan. Argentina misalnya, tak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan dengan gaya dinamis, mereka mendendangkan lagu-lagu rakyat yang romantic dan greng. Iringan tambur dan terompet serta akordion, menambah semarak suasana. Bahkan pesertanya mengaktrasikan dansa-dansi sambil menyanyi. Dari Slovenia menyuguhkan lagu-lagu pujian gerejani aliran Gregorian. Panggung dan seluruh ruang, termasuk penonton, hening. Paduan suara Slovenia ini, bagai datang dari Surga. Bagai paduan suara para malaikat, indah dan agung. Batavia Madrigal Singers, tampil kedua. Lagu-lagu yang dibawakannya, diaransir dan dikonduktori oleh Avip Priatna. 5 buah lagu yang didendangkan mereka berbahasa Italia. Antiqam La bella Clori; Schweigen; Apres un reve; Exidium; Gloria Patri. Avip sang konduktor, menyelesaikan tugasnya di menit ke 23.
Dari kelima kelompok paduan suara di atas, Juri menetapkan paduan suara dari Ukraina lah sebagai yang terbaik. Dalam kualitas yang amat prima, kelompok ini melengserkan pesaingnya, yang sebenarnya juga telah berpenampilan dan melagukan suara sama hebatnya. Pada aturan lanjut, kelompok paduan suara yang keluar sebagai pemenang baru diperbolehkan kembali mengikuti perlombaan European Grand Prix (EGP) for Choral Singing setelah dua tahun berikutnya. Keberangkatan BMS ke ajang European Grand Prix (EGP) for Choral Singing ke-25, Arezzo, Italia, semoga diikuti kelompok lain di Indonesia. Karena, cabang paduan suara (musik oral) ini tak kalah menarik dibandingkan musik yang menggunakan berbagai alat. (Aria Sankhyaadi)