Surga Ketupat Sayur Ada di Rawabelong
Makan nasi uduk dan ketupat sayur betawi tanpa semur jengkol seperti hidup kekurangan cinta
Warung H Mahmud buka pertama kali tahun 1957. Pendirinya H Mahmud sejak awal menyediakan menu yang sama seperti yang dihidangkan sekarang. Awalnya, pelanggan warung tersebut adalah orang Betawi yang hendak berdagang ke Pasar Palmerah. Mereka biasanya mampir dulu ke warung itu untuk sarapan.
”Sekarang pelanggannya makin beragam mulai mahasiswa, karyawan, artis, sampai pengusaha. Sebagian malah orang-orang keturunan Tionghoa. Mereka suka sama pindang bandeng,” ujar Aminah, generasi ketiga pengelola Warung H Mahmud.
Tidak salah lagi, pindang bandeng H Mahmud memang top.