Serunya Brompton Day Out
SEDERATAN sepeda lipat Brompton berbaris rapi mengisi lapangan parkir Senayan Trade Center (STC), Jakarta. Komunitas Brompton Indonesia mengadakan acara gowes bersama dalam acara Brompton Day Out.
SEDERATAN sepeda lipat Brompton berbaris rapi mengisi lapangan parkir Senayan Trade Center (STC), Jakarta. Berbarengan dengan car free day, Komunitas Brompton Indonesia mengadakan acara gowes bersama dengan menyelenggarakan gawean bertema ‘Brompton Day Out’.
“Kita bikin suatu event kumpul buat para pemakai Brompton di seluruh Indonesia karena selama ini belum pernah dilakukan. Ini kita meniru format Brompton World Championship yang ada di luar negeri. Bedanya, kalau di sana ada race-nya, di sini nggak ada. Jadi kita lebih fokus ke kostum,” ujar Hengky, Ketua Pelaksana Brompton Day Out, dari One Bike Shop, Minggu (16/12/2012).
Dia menambahkan, “Selain itu ini juga termasuk sebagai campaign karena saat ini Jakarta makin macet. Dengan adanya sepeda lipat akan memudahkan orang yang ingin ‘bike to work’ karena mereka tidak harus memarkir sepeda. Sepeda mereka bisa dilipat dan ditaruh di bawah meja kerja. Brompton juga memudahkan commuter karena bisa diangkut ke dalam kereta ataupun busway.”
Satu hal yang tak kalah heboh dari perhelatan Brompton Day Out adalah lomba Cosplay . Kegiatan ini cukup banyak pesertanya dengan beragam kostum unik. Beberapa kostum yang tampak adalah kostum Superman, Pocahontas, Red Riding Hood, Robin Hood, tukang satai Madura, murid SD, dan anak Pramuka. Sebuah hal yang baru bersepeda sambil berkostum beraneka tokoh dan gaya.
Menurut pemaparan Hengky, sebenarnya aturan dalam Brompton World Championship itu adalah mengenakan jas, dasi, dan kemeja. Namun, untuk acara ini anggota komunitas diberi kebebasan asalkan mereka tampil nyentrik dan pastinya menggunakan Brompton.
Sebelum melangsungkan kegiatan gowes bersama, terlebih dulu diadakan Lomba Brompton Folding Racing Running. Para peserta diharuskan berdiri dari garis start dan berlari menuju sepeda Brompton mereka yang masih dalam keadaan dilipat. Peserta harus membuka lipatan tersebut kemudian menggowes sepedanya ke titik awal, lalu kembali melipat sepeda tersebut dengan rapi.
Perlombaan tersebut seakan membuktikan bahwa Brompton memang merupakan sepeda lipat yang sangat mudah untuk digunakan. Beberapa peserta lomba hanya butuh sepersekian detik untuk membuka maupun melipat kembali sepedanya.
Selesai melakukan perlombaan, semua anggota mempersiapkan sepedanya untuk berkeliling menelurusi sejumlah kawasan seperti kawasan Semanggi, Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin, kawasan Monas, dan di tempat-tempat itu mereka melakukan foto bersama.
Setelahnya perjalanan kembali dilanjutkan hingga rombongan Brompton tiba di Kopi Oey yang di sebuah SPBU dibilangan Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang menjadi titk akhir perkumpulan.
Sambil beristirahat, pihak panitia memberikan door prize yang terdiri atas 25 hadiah berupa keperluan sepeda seperti, helm, tas, ban dalam, kerangka ban, ransel, hingga koper Brompton yang diperoleh dari para donatur. Tak lupa diumumkan pula 5 pemenang yang dikategorikan sebagai kostum terbaik.