Jumat, 10 April 2026

Pedasnya Sop Janda Bikin Tubuh Hangat

Sop janda. Mendengar nama itu, pikiran langsung menduga kepada yang membuatnya adalah seorang janda.

|

JAKARTA, Wartakotalive.com

Sop janda. Mendengar nama itu, pikiran langsung menduga kepada yang membuatnya adalah seorang janda. Eit, ternyata salah. Sop janda bukan karena yang mengolah perempuan sudah tidak bersuami. Tapi, Janda itu gabungan dari dua kata, Jawa dan Sunda. Rasa kuah sop daging sapi ini pedas asam, sungguh menyegarkan.

SAAT mengunjungi Rumah Makan Sop Janda, di Jalan Raya Kalimalang, Kavling DKI, Pondok Kelapa Barat, Kalimalang, Jakarta Timur, spanduk dengan tulisan "PERHATIAN, PENGUNJUNG HARAP LAPAR!" terpampang.
Sebelumnya, saya sempat bertanya-tanya dalam hati, kok rumah makan itu diberi nama Sop Janda.

Rasa penasaran itu langsung saya tanyakan kepada pimpinan rumah makan Sop Janda Cabang Kalimalang yang bernama Joko. Menurut dia, nama Sop Janda gabungan dari dua kata, Jawa dan Sunda.

"Sop janda adalah sop yang berisikan daging sapi yang sudah dipotong-potong dan disediakan dengan kuah sop yang rasanya itu ada pedas, asam, dan kecut," ujar Joko kepada Berita Kota, belum lama ini.

Mendengar penjelasan Joko, sudah terbayang dalam pikiran kelezatan sop janda itu. Saya tidak sabar ingin mencobanya dan meminta hidangan andalan itu. Pelayan yang mengenakan kaus merah dipadu celana jeans pun sigap melayani pelanggannya.

Tidak berapa lama kemudian, sop dalam mangkuk besar beralaskan piring dihidangkan di hadapan saya. Asap putih mengepul dari mangkuk putih itu. Di antara kuah panas menyembul daging sapi beserta tulangnya. Baunya...hmmm...harum.

Saya pun menyendok kuahnya dan meniupnya sebentar. Kemudian, lidah menyentuhnya. Rasa asam kuah sop dari perasan jeruk nipis dan pedasnya lada sungguh menyegarkan.

Saya terus melanjutkan suapan-suapan berikutnya. Dagingnya empuk. Apalagi, hari itu Jakarta habis diguyur hujan, angin dingin cukup terasa di rumah makan yang agak terbuka dindingnya. Sop janda yang sudah masuk ke lambung seakan memberi kehangatan pada tubuh saya dan menenangkan gejolak perut yang memang sebelumnya lapar berat.

Tingkatan pedas

Selain sop janda, rumah makan itu juga menyajikan gurihnya sop iga bakar. Daging yang sajikan seukuran telapak tangan orang dewasa. Daging iga bakar yang ditingkahi lemak memberikan rasa yang berbeda. Lagi-lagi saat mengunyah, dagingnya begitu lembut.

Dari semua pesanan makanan itu, saya meminta tingkatan pedas yang sedang. Walaupun hanya setengah tingkat kepedasannya, tetap saja lidah ini terasa panas. Pedeeesss. Keringat pun tak berhenti mengalir dari dahi. Tapi, tetap saja, saya menyantap semua hidangan itu hingga tandas.

Soal rasa pedas. Anda sebenarnya bisa memesannya sesuai selera. Tapi khusus sop janda, sensasi yang dihadirkannya memang menggugah selera dibandingkan sop-sop lainnya.

Sop Janda juga menyediakannya ayam goreng organik. "Kami pakainya ayam kampung, bukannya ayam broiler, makanya kami namakan ayam goreng organik. Cara masaknya sama, hanya saja rasanya lebih meresap dan sambalnya juga khas Sop Janda," ujar Joko.

Selain itu, rumah makan yang memiliki mezanin itu juga menyajikan mi ramen. Hidangan itu berisi mi, taoge, potongan telur rebus, daging ayam cincang, dan taburan bawang goreng. Mi ramen itu memberi tiga pilihan tiga tingkatan pedas. Saya ingin kembali merasakan sensasi pedasnya dengan memesan super pedas.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved