Senin, 4 Mei 2026

Jepang Perkenalkan Kolam Resapan Air Bawah Tanah

Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bekerja sama dengan Japan International Coordination Agency (JICA) membuat proyek percontohan (pilot project)

Tayang: | Diperbarui:

Untuk kolam uji coba membutuhkan 137 meter kubik papan cross wave. Itu berarti dibutuhkan biaya sampai Rp 410 juta. Untungnya untuk pilot project ini semuanya adalah hibah dari Jepang.

"Kami berharap, jika teknologi ini dapat diterapkan di Jakarta, Jepang atau JICA dapat memproduksi papan cross-wave itu di Jakarta. Dengan demikian harganya bisa lebih terjangkau. Saya harap sekitar Rp 500.000 sampai Rp 1 juta per meter kubik," kata Imam.

Sementara itu, Fakhrurrazi, Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, mengatakan, dari segi efisiensi, kolam resapan ini dapat memenuhi tuntutan Jakarta yang kini semakin minim ruang terbuka.

"Air hujan dapat langsung masuk ke kolam sehingga air yang melimpas ke sungai berkurang," katanya.

Namun, kata Fakhrurrazi, pihaknya masih menunggu evaluasi uji coba kolam resapan di halaman kantor Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane sampai Maret 2013.

Menurut Fakhrurrazi, Jakarta butuh daerah resapan air untuk mencegah banjir. Jika mencegah banjir dengan membuat waduk, biayanya mahal. "Kami butuh teknologi ini, tapi masih harus dikaji. Kami tunggu sampai Maret 2013," katanya. (bum)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved