Daftar Pekerja yang Rawan Digantikan oleh Robot
Sekarang ini ada keresahan dari pekerja, yakni mereka khawatir soal robot yang akan mengambil alih pekerjaan tertentu...
WARTA KOTA, PALMERAH--- Sekarang ini ada keresahan dari pekerja, yakni mereka khawatir soal robot yang akan mengambil alih pekerjaan tertentu.
Meski demikian, belum semua pekerjaan di dunia telah diambil alih oleh robot.
Seperti dikutip dari lama Forum Ekonomi Dunia (WEF), Bridgewater Associates, sebuah yayasan yang didirikan oleh investor legendaris Ray Dalio baru saja merilis laporan mengenai perubahan hubungan antara tenaga kerja dan permodalan di Amerika Serikat.
Satu di antara yang disoroti dalam laporan tersebut adalah meningkatnya otomatisasi lintas industri.
Menurut mereka, semakin maraknya otomatisasi bakal meningkatkan laba perusahaan di tahun-tahun mendatang.
• Sekretaris Jenderal ATI: Jangan Sampai Ada Pengelana di Jalan Tol
Hal itu karena robot dan perangkat lunak yang bekerja dengan lebih efisien berpotensi menggantikan tenaga kerja manusia yang lebih lambat dan rentan melakukan kesalahan.
Adapun data yang digunakan dalam laporan tersebut dikutip dari laporan yang dilakukan oleh McKinsey.
Ia memprediksi jenis industri apa saja di AS yang paling rentan otomatisasi.
McKinsey mencatatkan, pekerjaan fisik pada lingkungan yang cenderung mudah diprediksi.
• Dampak Perang Dagang, Perhatikan Beberapa Saham Ini
Seperti restoran cepat saji, atau pabrik dengan jalur perakitan, pemrosesan data dasar seperti melacak akuntansi pengganjian, bisa dengan mudah diotomatiasi menggunakan robot dan perangkat lunak yang saat ini sudah tersedia.
Adapun beberapa jenis pekerjaan lain seperti manajemen tenaga kerja, atau pekerjaan fisik yang lebih rumit, seperti membersihkan ruangan TK, bisa lebih sulit untuk digantikan dengan teknologi terkini.
McKinsey menunjukkan bahwa analisis mereka berfokus pada tugas-tugas apa yang berpotensi diambil alih oleh teknologi saat ini.
Bukan berarti, pekerjaan tersebut bakal sepenuhnya dikerjakan oleh robot dan perangkat lunak.
• Imbas Perang Dagang, Puluhan Perusahaan Hengkang dari China
Mereka yang memiliki usaha memiliki kecenderungan untuk mengalihkan ongkos tenaga kerja untuk investasi dalam mesin canggih.
Namun, laporan tersebut pun mencatat bahwa peningkatan penggunaan teknologi tidak selalu berarti bahwa pekerjaan di industri-industri ini dapat sepenuhnya hilang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/robot-ai_20181028_110321.jpg)