Indonesia Masih Jadi Pasar Menarik Bagi E-Commerce
Platform pemasaran dan penargetan ulang aplikasi seluler, Liftoff, merilis sebuah laporan.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa pengguna aplikasi belanja semakin menyukai aktivitas berbelanja pada tahun ini, yang sejauh ini dianggap sebagai tahun kejayaan perdagangan seluler.
Indonesia dianggap sebagai pasar yang menarik karena biaya yang dikeluarkan aplikator tergolong lebih rendah.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Platform pemasaran dan penargetan ulang aplikasi seluler, Liftoff, merilis sebuah laporan.
Laporan itu menyatakan Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik dalam hal akuisisi dan perilaku pengguna terhadap aplikasi belanja seluler.
Hal ini disebabkan tingginya ekspansi penggunaan internet serta pertumbuhan perdagangan daring atau e-commerce.
Riset dilakukan sejak 1 April 2018 hingga 1 April 2019 yang menjangkau kawasan Asia-Pasifik, Amerika Utara, Amerika Latin, serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
• Penjualan Properti Berpeluang Meningkat di Semester Kedua
Laporan tersebut menunjukkan bahwa pengguna aplikasi belanja semakin menyukai aktivitas berbelanja pada tahun ini, yang sejauh ini dianggap sebagai tahun kejayaan perdagangan seluler.
Indonesia dianggap sebagai pasar yang menarik karena biaya yang dikeluarkan aplikator tergolong lebih rendah.
Biaya yang dikeluarkan oleh pihak pemasar aplikasi untuk mendorong instalasi aplikasi adalah sebesar 1,65 dollar AS per instal.
Harganya paling murah di antara lima negara yang dianalisis dalam laporan tersebut, yang mencakup Indonesia, Jerman, Jepang, Inggris, dan AS.
• Negosiasi Perang Dagang, Emiten Tidak Khawatir Order Bakal Turun
Sementara itu, biaya untuk mendorong pengguna agar melakukan pembelian pertama dalam aplikasi belanja juga terbilang murah dengan harga 16,69 dollar AS.
Meski begitu, rendahnya biaya-biaya tersebut hanya diimbangi dengan tingkat konversi yang juga rendah.
Sebagai contoh, tingkat instalasi hingga pembelian di Indonesia hanya mencapai 9,9 persen, lebih rendah dari level di kawasan Asia Pasifik secara umum sebesar 10,1 persen.
Selain itu, laporan Liftoff juga menemukan bahwa konsumen e-commerce di Indonesia biasanya memakan waktu yang lama untuk bergerak dari instalasi ke pembelian, dengan rata-rata waktu mencapai 1 hari, 19 jam, dan 31 menit.
Meski begitu, Liftoff memprediksikan bahwa tren tersebut akan mengalami perbaikan di masa depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/perdagangan-daring_898j2.jpg)