Pemilu 2019

Usulkan Pemilu Berikutnya Pakai Sistem Elektronik, Bawaslu Minta KPU Jangan Berkhayal

USULAN KPU agar pemilu berikutnya menggunakan sistem e-voting, e-counting, dan e-rekap, ditanggapi ketus Badan Pengawas Pemilu.

Usulkan Pemilu Berikutnya Pakai Sistem Elektronik, Bawaslu Minta KPU Jangan Berkhayal
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ratusan orang dari berbagai profesi mendatangi Gedung KPU, di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/2019). Mereka ucapkan terimakasih KPU. 

USULAN Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar pemilu berikutnya menggunakan sistem e-voting, e-counting, dan e-rekap, ditanggapi ketus Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengingatkan KPU jangan dulu berkhayal terlalu jauh. Sebab, proses Pemilu serentak 2019 masih berlangsung.

"Selesaikan permasalahan sekarang. Mau bicara itu nanti setelah evaluasi. Ada Pilkada besok 2020, udah mengkhayal ke situ, di sini aja masih belum beres," kata Bagja di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (24/3/2019).

Direktur Utama PLN Sofyan Basir Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek PLTU Riau-1, Ini Perannya

Bagja meminta KPU menyelesaikan dan fokus lebih dahulu ke proses rekapitulasi suara berjenjang dari tingkat TPS sampai nasional.

Ia juga meminta KPU tidak berbicara keluar dari fokus mereka saat ini. Sebab, masih banyak pemungutan suara ulang dan pemungutan suara lanjutan yang masih menjadi pekerjaan rumah KPU.

"Mau ngusulin apa kek, selesaikan dulu input rekapitulasinya, PSU-nya dan PSL-nya, baru kita ngomong yang lain," sarannya.

Ini Tiga Kategori Masyarakat yang Dibebaskan dari Kewajiban Bayar PBB-P2

KPU diminta fokus bekerja sampai pada waktu maksimal proses tahapan rekapitulasi suara pada 22 Mei 2019 mendatang.

Bukan hanya fokus, tapi sebisa mungkin tidak lagi terjadi kesalahan pada jajaran mereka di daerah.

Karena, bila kesalahan terjadi lagi, bukan tidak mungkin KPU akan kembali dituduh curang dan bermasalah.

Kapok Gelar Pemilu Serentak Pakai Lima Kotak Suara, KPU: Cukup Sekali Saja

"Bilang kepada KPU, fokus dulu penyelenggaraan pemilu dan perhitungan, itu dulu. Kita selesaikan semuanya sampai 22 Mei, dan jangan terjadi kesalahan lagi. Nanti KPU dituduh bermasalah lagi, habis itu dibilang Bawaslu harus tanggung jawab," beber Bagja.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved