Penembakan di Selandia Baru

Manifesto Setebal 74 Halaman Ini Ungkap Alasan Brenton Tarrant Bunuh 49 Muslim saat Salat Jumat

Polisi temukan manifesto setebal 74 halaman yang mengungkap rencana brutal Brenton Tarrant dan alasannya membunuh Muslim yang tengah Salat Jumat.

Manifesto Setebal 74 Halaman Ini Ungkap Alasan Brenton Tarrant Bunuh 49 Muslim saat Salat Jumat
ISTIMEWA
Brenton Tarrant (28), pria asal Australia yang disebut sebagai pelaku penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). 

Polisi temukan manifesto setebal 74 halaman yang mengungkap rencana brutal dan alasan Brenton Tarrant bunuh Muslim yang tengah Salat Jumat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

Brenton Tarrant tidak asal ketika melakukan penembakan di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3/2019).

Melalui manifesto berjudul "The Great Replacement" yang dia buat sendiri, terungkap Tarrant sudah merencanakan aksi kejinya itu sejak lama.

Dilaporkan Independent.ie, Brenton Tarrant teroris asal Grafton Australia itu sudah berencana untuk melakukan penembakan massal selama dua tahun terakhir.

"Aku memulai rencana serangan ini sejak dua tahun terakhir. Kemudian menetapkan lokasi di Christchurch dalam tiga bulan terakhir," katanya.

Debat Ketiga Cawapres Digelar 17 Maret 2019, Ini Persiapan Maruf Amin dan Sandiaga Uno

Senapan Tipe AR-15 Brenton Tarrant Dulunya Senjata Legendaris Resimen Pelopor Pasukan Elit Indonesia

Alasan Brenton Tarrant Lakukan Penembakan di Masjid, Ini Postingan Terakhirnya di Twitter

Dalam manifesto setebal 74 halaman itu, Tarrant memperkenalkan diri sebagai anti-imigran dengan para korban disebutnya sebagai "sekelompok penjajah".

Di manifesto tersebut, dia mengatakan ingin membebaskan tanah milik kaumnya dari "para penjajah", dan terinspirasi dari Anders Breivik.

Dilansir AFP, Breivik merupakan seorang ekstremis sayap kanan yang menyerang kantor pemerintah di Oslo, Norwegia, pada 22 Juli 2011 silam.

Seorang seniman Minang asal Padang Sumatera Barat (Sumbar) bernama Zulfirman Syah, turut menjadi korban penembakan masjid di Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).
Seorang seniman Minang asal Padang Sumatera Barat (Sumbar) bernama Zulfirman Syah, turut menjadi korban penembakan masjid di Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). (Facebook Zulfirman Syah)

Dia meledakkan bom mobil di depan kantor pemerintah, dan melakukan penembakan di kamp musim panas sayap muda Partai Buruh di Pulau Utoya.

Halaman
123
Editor: Suprapto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved