Lagi Asyik Main Hujan-hujanan, Bocah Berumur 6 Tahun Terpeleset Lalu Tewas Terjebak di Gorong-gorong

Tubuh Irfan kemudian tidak terlihat lagi karena terseret masuk ke dalam gorong-gorong dan terjebak di sana.

Lagi Asyik Main Hujan-hujanan, Bocah Berumur 6 Tahun Terpeleset Lalu Tewas Terjebak di Gorong-gorong
Tribunnews.com
Ilustrasi 

AKSI main hujan-hujanan mengakibatkan seorang bocah bernama Muhammad Irfan (6) terseret arus dan terjebak hingga tewas di gorong-gorong Jalan Janur, Gang Musala Al-Ikhlas, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Selasa (12/2/2019).

Kapolsek Sukmajaya Komisaris IGN Bronet Ranapati mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa siang jelang sore hari sekira pukul 14.45 WIB. Sebelum ditemukan tewas, Irfan tengah main hujan-hujanan bersama tiga temannya.

"Itu terjadi pas korban main hujan-hujanan sama teman-temannya saat sedang hujan deras. Korbannya meninggal karena kecelakaan," ujar Bronet, Rabu (13/2/2019).

Sedang Berlangsung LIVE STREAMING Fulham vs Manchester United: Tim Tamu Sudah Unggul 0-2

Bronet menjelaskan, saat mandi hujan, Irfan terpeleset dan dibawa arus air hingga masuk ke lubang gorong-gorong berdiameter sekitar 40 sentimeter. Dia sempat berusaha menyelamatkan diri, namun gagal karena arus air di dalam gorong-gorong begitu deras.

Tubuh Irfan kemudian tidak terlihat lagi karena terseret masuk ke dalam gorong-gorong dan terjebak di sana.

Melihat hal itu, dua temannya langsung berteriak minta tolong. Mereka juga bergegas lari ke rumah orangtua Irfan dan menyampaikan kejadian itu. Sejumlah warga kemudian berdatangan ke lokasi peristiwa hendak menyelamatkan bocah malang itu.

Jawab Tudingan Prabowo Subianto Soal Kebocoran Anggaran, Jokowi: Bocor! Bocor! Bocor!

Namun, diameter lubang gorong-gorong yang kecil menyulitkan warga menyelamatkan Irfan. Apalagi, saat itu hujan masih terus turun. Di sisi lain, suara Irfan tidak terdengar hingga membuat orangtuanya khawatir.

Akhirnya, setelah kira-kira 30 menit upaya evakuasi, warga menjebol penutup gorong-gorong demi menyelamatkan bocah laki-laki itu.

"Oleh warga penutup saluran airnya dijebol biar bisa menyelamatkan korban. Saluran airnya kecil, jadi warga kesulitan pas mau mengevakuasi korban," tuturnya.

Jelang Hari Dilan, Ridwan Kamil Janjikan Bangun Taman Dilan di Bandung

Setelah penutup saluran dijebol, tubuh Irfan pun akhirnya tampak. Sayangnya, dia ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa karena menelan begitu banyak air. Orangtuanya pun menjerit melihat anaknya tak bergerak lagi. Tak lama kemudian, keluarga membawa jasad Irfan dan memakamkannya di wilayah Bogor.

"Proses evakuasi cukup lama, sekitar setengah jam. Saat tubuh korban berhasil dikeluarkan sudah tak bernyawa. Orang tua menerima kejadian ini sebagai kecelakaan," papar Bronet. (*)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved