Warga Jatiasih Diminta Rutin Bersihkan Tangki Air untuk Cegah DBD

Untuk mengantisipasi itu, Puskemas Jatiasih Kota Bekasi mengimbau warga rutin membersihkan toren atau tangki air.

Warga Jatiasih Diminta Rutin Bersihkan Tangki Air untuk Cegah DBD
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Kepala Puskesmas Jatiasih Bambang Ismanto 

NYAMUK aedes aegypti bisa tumbuh dan berkembang biak di mana saja.

Banyak tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk penular penyakit DBD itu, namun ada tempat yang seringkali dilupakan masyarakat untuk dibersihkan, yaitu toren atau tangki air.

Untuk mengantisipasi itu, Puskemas Jatiasih Kota Bekasi mengimbau warga rutin membersihkan toren atau tangki air, atau paling tidak diberikan serbuk abate.

Bukan dari Rusia, Sandiaga Uno Sebut Konsultan Terbaik Adalah Rakyat

"Toren air jadi salah satu lokasi dalam melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Karena di toren itu banyak sisa air, jadi tumbuh kembang jentik nyamuk. Makanya, kita rutin imbau dan kontrol warga agar bersihkan toren air itu," kata Kepala Puskesmas Jatiasih Bambang Ismanto, Sabtu (9/2/2019).

Bambang menjelaskan, lokasi toren air kerap diabaikan warga maupun Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam melakukan PSN. Sebab, posisinya berada di ketinggian sehingga menyulitkan warga saat proses membersikan.

"Kader kita perintahkan tanyakan tiap warga yang punya toren air agar dibersihkan. Kalau memang sulit taburkan abate agar jentik nyamuk yang ada di dalam toren mati dan tidak berkembang biak. Tapi airnya jangan dikomsumsi buat minum," ujarnya.

Jokowi Diberi Gelar Jancuk, Gerindra: Dia Calon Presiden, Bukan Calon Penguasa yang Kayak Preman

Ia menambahkan, cara lain agar toren atau tangki air itu tetap terhindar dari jentik nyamuk, bisa diisi ikan cupang agar bisa memakan jentik-jentik nyamuk itu.

"Bagus sih memang setiap penampungan air diisi ikan cupang agar jentiknya dimakan, lebih alami," ucapnya.

Usaha lain dalam mencegah DBD, kata Bambang, yaitu dengan menggencarkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di masyarakat.

Mbah Moen Sebut Nama Prabowo Saat Berdoa, Politikus Gerindra Ini Bilang Malaikat yang Bicara

Ia melakukan pemantauan para kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) agar aktif dan rutin melakukan PSN. Total ada 109 posyandu di Pusekmas Jatiasih yang menaungi empat kelurahan ini. Tiap posyandu ada 10 kader Jumantik.

"Tiap Jumat kita PSN, kader Jumantik juga terus kita dorong lakukan pemantauan. Selain kita kasih penyuluhan ke masyarakat di Posyandu, Puskemas atau kader kami menyambangi masyarakat sampai imbauan soal melakukan 3M plus," jelasnya.

Di Puskesmas Jatiasih pada periode Januari 2019, Bambang mencatat ada sekitar delapan pasien yang positif DBD. Puskesmasnya yang terletak di jalan Swantantra IV atau dekat Kecamatan Jatiasih itu, hanya menaungi empat kelurahan, yaitu Kelurahan Jatiasih, Jatirasa, Jatikramat, dan Jatimekar.

"Total di Jatiasih ada 35 kasus. Kalau di kami sepanjang Januari 2019 ini ada 8 pasien. Sisanya terbanyak di Puskemas satu lagi di Jatiluhur. Di Kecamatan Jatiasih kan ada 2 Puskesmas," paparnya. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved