Pilpres 2019

Bukan dari Rusia, Sandiaga Uno Sebut Konsultan Terbaik Adalah Rakyat

Sandiaga Uno mengatakan, tidak ada sama sekali konsultan politik asing yang membantu pemenangan pihaknya di Pemilu Presiden 2019.

Bukan dari Rusia, Sandiaga Uno Sebut Konsultan Terbaik Adalah Rakyat
Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno
Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno saat berdialog dengan pengusaha dan kelompok usaha penggilingan padi Kabupaten Bekasi di Desa Kertasari, Kampung Babakan, Pabayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (22/1/2019). 

PASANGAN calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, kompak membantah tudingan kubu Jokowi-Maruf Amin, yang menyebut kubu 02 menggunakan konsultan asing di Pemilu Presiden 2019.

Sandiaga Uno mengatakan, tidak ada sama sekali konsultan politik asing yang membantu pemenangan pihaknya di Pemilu Presiden 2019.

"Kami tidak memakai konsultan asing, masukan (politik) itu kami dapatkan dari ribuan titik yang telah kami kunjungi. Konsultan kami yang terbaik itu dari rakyat," ujar Sandiaga Uno di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2019).

Pria di Tangerang Bunuh Diri Minum Arsenik, Sempat Kirim Foto Sebelum Akhiri Hidup

Sandiga Uno mengatakan, masukan dari rakyat tidak ada tandingannya. Oleh karena itu, ia meminta pernyataan presiden soal konsultan asing tidak perlu ditanggapi serius.

"Kami yakini konsultan terbaik itu dari rakyat, ini sekarang aroma perubahan semakin terasa," katanya.

Hal yang sama sebelumnya juga disampaikan oleh Prabowo Subianto. Melalui video yang diunggah juru bicara Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak dalam akun Instagramnya. Prabowo Subianto mengatakan sama sekali tidak menggunakan konsultan asing untuk Pilpres 2019.

Masyarakat Tak Lagi Cari Rumah di Pondok Indah dan Kemang, Bekasi Kini Paling Diminati

"Konsultan Rusia? Ya enggak, tidak ada. Bahwa saya punya banyak teman di mana-mana, ada Rusia, Jepang, Jerman," tuturnya.

Prabowo Subianto mengatakan, jasa menggunakan konsultan asing sangat mahal. Hal itu tidak sebanding dengan yang didapatkan, karena konsultan asing tak mengerti politik di Indonesia.

"Bayarnya mahal dan mereka enggak megerti apa-apa tentang politik Indonesia. Kalau untuk bidang lain mungkin. Kita dari Bojong Koneng aja. Kita belajar dari rakyat kita," cetus Prabowo Subianto. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved