Properti

Program Satu Juta Rumah, Sejak 2015-2018 Pemerintah Telah Membangun 3.542.318 Unit

Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 29 April 2015, program satu juta rumah secara bertahap pencapaiannya terus meningkat.

Program Satu Juta Rumah, Sejak 2015-2018 Pemerintah Telah Membangun 3.542.318 Unit
Kompas.com/Suddin Syamsuddin
Ilustrasi rumah murah 

Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 29 April 2015, program satu juta rumah secara bertahap pencapaiannya terus meningkat.

Selama program satu juta rumah itu berjalan, diketahui pada tahun 2015 pemerintah telah membangun 699.770 unit rumah, tahun 2016 sebanyak 805.169 unit rumah, tahun 2017 sebanyak 904.758 unit rumah, kemudian per 31 Desember 2018 telah mencapai 1.132.621 unit rumah.

Alhasil, secara keseluruhan dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2018, telah terbangun 3.542.318 unit rumah.

Diketahui, program satu juta rumah kolaborasi antara para pemangku kepentingan di bidang perumahan.

Aktris Muda Ini Nilai Tarif Rp 80 Juta untuk Artis yang Terlibat Prostitusi Online Terlalu Murah

Kondisi Kali Bekasi Sangat Kritis, Pemkot Bekasi Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan

Mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Asosiasi Pengembang Perumahan antara lain REI dan Apersi, Perbankan, Perusahaan Swasta melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) dan masyarakat.

Melalui program ini diharapkan dapat memperkecil backlog (Jaminan Simpnan) penghunian perumahan yang di Indonesia, pada tahun 2015 mencapai 7,6 juta unit menjadi 5,4 juta unit pada tahun 2019.

Selain untuk memperkecil backlog yang ada, kebutuhan rumah per tahunnya juga terus bertambah sekitar 800 ribu unit.

Pemerintah juga berupaya mengurangi rumah tidak layak huni di Indonesia yang mencapai 3,4 juta pada tahun 2015 menjadi 1,9 juta unit pada tahun 2019 ini.

Oleh karena itu, melalui program satu juta rumah setiap tahunnya ditargetkan terbangun rumah sebanyak 1 juta unit.

Prabowo Subianto: Elite di Jakarta Sudah Tidak Bisa Diharapkan Lagi

Prabowo Berniat Bentuk Kementerian Khusus Bencana Alam Jika Terpilih Jadi Presiden

Dengan proporsinya yakni yang 70 persen rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 30 persen yang merupakan hunian non MBR.

Halaman
12
Penulis: Panjibaskhara
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved