Ahmad Basarah: Coba Searching di Google Siapa Presiden Terkorup di Dunia? Yang Keluar Nama Soeharto

Ahmad Basarah menilai, tak ada yang baru dalam pernyataannya soal Soeharto sebagai guru korupsi.

Ahmad Basarah: Coba Searching di Google Siapa Presiden Terkorup di Dunia? Yang Keluar Nama Soeharto
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Wasekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah (baju hitam), di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12/2018). 

WAKIL Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah, menanggapi santai rencana pelaporan yang akan dilakukan Partai Berkarya, atas pernyataannya yang menyebut Soeharto sebagai guru korupsi.

Ahmad Basarah justru berbalik mempertanyakan upaya pelaporan Partai Berkarya tersebut. Ia menilai, tak ada yang baru dalam pernyataannya soal Soeharto sebagai guru korupsi.

Ahmad Basarah merujuk pernyataan berbagai tokoh dan lembaga dalam negeri maupun internasional, yang telah membuat pernyataan bahwa Soeharto presiden koruptor.

Siap Latih Timnas Indonesia, Teco: Sangat Bagus Buat CV Saya

"Coba saja searching google dengan pertanyaan siapa Presiden Terkorup di dunia, maka yang akan keluar adalah nama mantan Presiden Soeharto, bahkan pernyataan yang lebih keras dari pernyataan saya pun cukup banyak," kata Ahmad Basarah di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12/2018).

"Bahasa kiasan yang saya gunakan menyebut Pak Harto sebagai guru korupsi di Indonesia juga berdasarkan fakta-fakta hukum, mulai TAP MPR Nomor XI Tahun 1998," sambungnya.

Ahmad Basarah membeberkan, setidaknya ada delapan Keputusan Presiden (Keppres) yang dibuat di masa Presiden Soeharto, yang diduga kuat telah menguntungkan keluarga dan kroni-kroninya.

Hendak Perkosa Wanita Jepang yang Sedang Datang Bulan, Satpam Apartemen Juga Minta Uang Rp 5 Juta

"Praktik korupsi oleh pejabat negara pada era Orba kemudian dianggap sebagai suatu hal yang lumrah karena terlembagakan melalui regulasi pemerintah," beber Ahmad Basarah.

Atas dasar itulah, Ia berpandangan, perilaku korupsi yang ada di Orde Baru menjadi fakta sosiologis terjadinya perilaku korupsi oleh pejabat eksekutif, hingga budaya korupsi di lembaga negara saat ini.

"Itu yang kemudian menjadi fakta sosiologis terjadinya perilaku korupsi hingga terjadi reproduksi sosial dan budaya korupsi di lembaga-lembaga negara hingga saat ini," jelas Ahmad Basarah.

IPW Sebut Peserta Reuni Akbar 212 di Monas Tak Lebih dari 20 Ribu Orang, Polisi Diminta Jangan Heboh

Ahmad Basarah juga meminta pihak-pihak yang mengklaim bahwa Orde Baru di bawah kekuasaan Soeharto bebas dari korupsi, perlu dipertanyakan.

Pernyataan itu jelas membahayakan bagi generasi muda saat ini yang tidak tahu fakta sejarah soal praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di zaman Orde Baru.

"Saya tidak bilang di bawah kepempinan Pak Harto selama 32 tahun jelek. Pasti ada baiknya juga. Cuma generasi muda perlu dikasih informasi soal maraknya praktik KNN. Jangan sampai itu tidak. Berbahaya," tegas Ahmad Basarah.

Pihak Sekuriti Apartemen Sempat Halangi Wanita Jepang yang Hendak Diperkosa Saat Mau Lapor Polisi

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang berencana melaporkan Ahmad Basarah ke polisi, terkait peryataan yang menyebut Soeharto merupakan guru korupsi Indonesia.

"Iya, sedang proses," ujar Andi saat dihubungi, Kamis (29/11/2018).

Sebelum melaporkan Ahmad Basarah, Andi akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Ketua Umum Partai Berkarya yang juga anak dari Presiden Soeharto, yakni Hutomo Mandala Putra atau yang karib disapa Tommy Soeharto. (Fransiskus Adhiyuda)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved