Jokowi Ingin Bidang Kedokteran Terdepan dalam Penerapan Teknologi

Hal itu memunculkan tantangan bagi bagi banyak industri, tak terkecuali industri kesehatan dan manajemen rumah sakit.

Jokowi Ingin Bidang Kedokteran Terdepan dalam Penerapan Teknologi
Kompas.com/Garry Andrew Lotulung
PASANGAN capres-cawapres Jokowi-Maruf Amin menemui para relawan dan pendukung di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018). Dari Tugu Proklamasi, Jokowi-Maruf Amin langsung menuju Kantor KPU untuk mengambil nomor urut sebagai peserta Pemilu Presiden 2019. 

ERA revolusi industri keempat dan perkembangan teknologi serta informasi yang semakin pesat, menuntut perubahan dan menimbulkan disrupsi dalam banyak hal.

Hal itu memunculkan tantangan bagi bagi banyak industri, tak terkecuali industri kesehatan dan manajemen rumah sakit.

Saat membuka acara Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) XXX di Samarinda Convention Center, Kalimantan Timur, Presiden Joko Widodo memberikan gambaran betapa dunia kini telah berubah dengan adanya startup-startup yang tumbuh memanfaatkan perkembangan teknologi dan segala kemudahan yang dihadirkan.

Baca: Jokowi: Semua yang Enggak Masuk Akal di Film Star Trek, Sekarang Muncul Bertubi-tubi

Jokowi ingin agar kemajuan dan kemudahan tersebut juga hadir di ranah kedokteran.

"Mereka mengikuti perubahan global yang ada, melihat arah angin yang ada, kemudian menyiapkan aplikasi sistem yang sesuai dengan zamannya. Saya juga ingin IDI mendahului dibandingkan dengan bidang-bidang lainnya," ucap Jokowi, Jumat (26/10/2018).

Kepala Negara memberikan gagasannya seputar kemudahan yang mungkin dapat memberikan manfaat besar bagi para pasien yang memerlukan layanan kesehatan di wilayah yang belum terjangkau layanan kesehatan, seperti yang dirasakan masyarakat di kota-kota besar.

Baca: Angkot, Bajaj, dan Ojol Bikin Sumpek Kawasan Kota Tua

Menurutnya, hal tersebut sudah semestinya menjadi pemikiran besar bila melihat persebaran penduduk Indonesia yang tersebar di banyak pulau, dengan tingkat pelayanan kesehatan yang belum merata.

"Saya enggak tahu aplikasi sistem apa yang bisa memudahkan orang, misalnya di Kabupaten Asmat tapi perintahnya dari Jakarta. Orang bisa mendiagnosa di Halmahera, di Maluku Utara, tapi bisa diberi perintah dari Jakarta, bagaimana cara menanganinya," tuturnya.

Di tingkat rumah sakit, Jokowi juga berpikir mengenai arah pelayanan menuju apa yang disebutnya sebagai smart hospital.

Baca: Beberkan Kejanggalan Pemanggilannya oleh Polisi, Amien Rais: Apakah Ini Kriminalisasi?

Dalam gambarannya, smart hospital ini mampu memberikan pelayanan terintegrasi dengan data-data medis pasien yang saling terhubung dengan rumah sakit lain, bahkan hingga ke apotek dan BPJS Kesehatan.

"Kalau kita masih berpikir jadul, cara-cara lama, tradisi lama kita pakai, ya tahu-tahu ditinggal kita," kata Jokowi. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved