PT KAI Copot Iklan Rokok dengan Alasan Tak Ada Izin, YLKI: Sesat Berpikir

YLKI mengapresiasi langkah cepat KAI yang menginstruksikan pencopotan iklan rokok di sejumlah stasiun Daerah Operasi Yogyakarta dan Solo

PT KAI Copot Iklan Rokok dengan Alasan Tak Ada Izin, YLKI: Sesat Berpikir
istimewa
Iklan rokok di Stasiun Kereta 

KELUHAN masyarakat terkait keberadaan iklan rokok di kawasan stasiun ditanggapi pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan pencopotan iklan.

Walau begitu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai PT KAI sesat berpikir.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi.

Diungkapkannya, YLKI mengapresiasi langkah cepat KAI yang menginstruksikan pencopotan iklan rokok di sejumlah stasiun Daerah Operasi (Daop) Yogyakarta dan Solo.

Akan tetapi, lanjutnya, alasan pencopotan iklan karena tidak berijin sangat tidak tepat.

Pasalnya, area stasiun adalah area Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang dilarang mutlak untuk beriklan dan promosi sebagaimana diatur dalam Pasal 115 Undang-Undang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 tahun 2012.

"Namun alasan Humas KAI adalah salah total bahkan sesat pikir. Untuk pemasangan iklan rokok di area stasiun, apalagi di dalamnya, tidak ada hubungannya dengan izin pemerintah daerah. Jadi di manapun tempat umum, termasuk stasiun tidak boleh ada iklan rokok," ungkapnya dihubungi pada Kamis (25/10/2018).

Oleh karena itu, YLKI mendesak managemen PT KAI untuk membatalkan perjanjian dengan PT Djarum terkait iklan rokok di area stasiun.

Baca: Stasiun Marak Iklan Rokok, YLKI: Sebuah Kemunduran dari PT KAI

"Hal itu adalah batal demi hukum. Bukan soal ada atau tidak ada izin dari pemda," imbuhnya.

Selain di Yogya, YLKI juga mendapatkan pengaduan iklan rokok di stasiun Purwokerto dan Semarang.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved