Berdiri di Atas Saluran Air, Lapak PKL Eks JT 53 Pisangan Lama Dibongkar Petugas

Kehadiran Satpol PP tersebut membuat beberapa pedagang berupaya memindahkan barang dagangannya agar tidak diangkut oleh petugas.

Berdiri di Atas Saluran Air, Lapak PKL Eks JT 53 Pisangan Lama Dibongkar Petugas
Warta Kota/Joko Supriyanto
Sejumlah PKL eks JT 53 Pisangan Lama, Pulo Gadung ditertibkan petugas karena berdiri di atas saluran air, Rabu (17/10). 

SEJUMLAH pedagang kaki lima (PKL) yang menempati eks JT 53 Pisangan Lama, Pulo Gadung, Jakarta Timur mendadak panik setelah beberapa personil Satpol PP melakukan upaya penertiban.

Kehadiran Satpol PP tersebut membuat beberapa pedagang berupaya memindahkan barang dagangannya agar tidak diangkut oleh petugas.

Namun, pimpinan Satpol PP yang hadir sempat menghimbau kepada anggotanya untuk tidak berbuat anarkis, ia meminta penertiban ini dilakukan secara humanis.

Petugas diminta membantu para PKL untuk memindahkan dagangnnya.

Sementara itu, petugas PPSU yang juga turut hadiri ikut serta membantu menertibakan lapak-lapak para pedagang yang sudah berdiri sejak puluhan tahun tersebut.

Penertiban yang dilakukan ini dilakukan ketika para pedagang tengah melakukan aktifitasnya.

Sejumlah PKL eks JT 53 Pisangan Lama, Pulo Gadung ditertibkan petugas karena berdiri di atas saluran air, Rabu (17/10).
Sejumlah PKL eks JT 53 Pisangan Lama, Pulo Gadung ditertibkan petugas karena berdiri di atas saluran air, Rabu (17/10). (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Sontak hal itu membuat, para pedagang kerepotan untuk memindahkan barang dagangannya.

Bahkan salah satu pedagang menilai penertiban ini telalu terburu-buru dan tidak melihat situasi.

"Aduh, belum juga ada pengelaris, ini udah main tertipkan aja, bikin pusing aja," ucap salah seorang pedagang, Rabu (17/10/2018).

Penertiban yang dilakukan pada sejumlah pedagang kaki lima yang mendiami eks JT 53 Jalan Pisangan Lama tersebut merupakan hasil keputusan terakhir setelah dikeluarkan SP III tanggal 27 Desember 2017 lalu.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved