Pengamat: Dibanding JPO, Pelican Crossing Lebih Rawan Kecelakaan dan Kejahatan

"Jadi sebenarnya pelican crossing ini membuat penyeberang jalan jauh lebih tidak berdaya, apalagi penjahatanya menggunakan motor," ulasnya.

Pengamat: Dibanding JPO, Pelican Crossing Lebih Rawan Kecelakaan dan Kejahatan
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Dirut PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono antar masyarakat difabel jajal Pelican Crossing di Halte Transjakarta BI. 

KEBERADAAN Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) merupakan bagian yang tak terlepas dari kota ramah lingkungan.

Hal itu jadi solusi oleh Gubernur zaman Fauzi Bowo hingga Ahok, untuk menempatkan penyeberang jalan pada tempat semestinya.

Hal itu diungkapkan oleh Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah. Dia mengatakan, percontohan seperti itu diterapkan pada berbagai negara di kota-kota besar.

Baca: Video Oknum Polisi Bermotor Serobot Pintu Masuk Tol Beredar Viral

Di luar negeri, katanya, penggunaan pelican crossing hanya diperuntukkan bagi jalan yang secara kriteria kepadatan lalu lintasnya relatif kecil, dan sifatnya bukan jalan protokol.

Terlebih, penggunaan pelican crossing di negara lain dilengkapi kamera CCTV, untuk mengurangi sekaligus mengantisipasi kejahatan yang mungkin terjadi.

"Karena memang banyak kejahatan yang terjadi di area pelican crossing seperti penjambretan, pemalakan dan penodongan, perampokan," tutur Trubus Rahadiansyah saat dihubungi, Rabu (5/9/2018).

Baca: Polda Metro Jaya Cari Polisi Bermotor yang Terobos Pintu Tol

Sebab, Trubus Rahadiansyah menilai, penggunaan pelican crossing lebih memudahkan para pelaku perampokan dan penjambretan melancarkan aksinya, serta juga memudahkan mereka untuk melarikan diri.

"Jadi sebenarnya pelican crossing ini membuat penyeberang jalan jauh lebih tidak berdaya, apalagi penjahatanya menggunakan motor," ulasnya.

Selain itu, Trubus Rahadiansyah menyebut kesadaran para pengendara juga masih relatif rendah, dan kemungkinan terjadi kecelakaan pada lokasi dipasangnya pelican crossing akan cukup tinggi, dibandingkan penggunaan JPO, di mana kemungkinan terjadi kecelakaan lalu lintas cukup minim, bahkan tidak ada. Dua potensi kerawanan tersebut yang jadi concern utama Trubus Rahadiansyah.

Baca: Chelsea Islan Menangis Setelah Shooting Sebelum Iblis Menjemput, Ini Penyebabnya

"Potensi kejahatan dan kecelaaakan itu sangat tinggi, kemudian perlindungan terhadap penyebrang jalan juga tidak ada," paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta era kepemimpinan Anies-Sandi lebih menyukai penggunaan pelican crossing dibanding JPO. Terlihat pada beberapa titik, JPO diubah menjadi pelican crossing. Teranyar, pada JPO Bundaran HI yang dirobohkan, serta pemasangan pelican crossing di dekat Halte Transjakarta Bank Indonesia. (Danang Triatmojo)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved