11 Pegawai Pemkot Tangerang Positif Pakai Narkoba, Tiga Diantaranya Masuk Penjara

Menurutnya, pegawai THL di kecamatan tersebut berinisial RF, positif menggunakan narkotika jenis ganja berdasarkan hasil tes urine.

11 Pegawai Pemkot Tangerang Positif Pakai Narkoba, Tiga Diantaranya Masuk Penjara
Warta Kota
Ilustrasi 

BADAN Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang, gencar menggelar tes urine terhadap para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang.

Hasilnya, 11 pegawai yang berstatus Tenaga Harian Lepas (THL) dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS), kedapatan positif menggunakan narkoba.

Menurut Kepala BNN Kota Tangerang AKBP Akhmad Hidayanto, tertangkapnya 11 pegawai ini berawal dari tes urine yang dilaksanakan di Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Selasa (14/8/2018).

Baca: Begal Tewas di Saluran Irigasi Cikarang karena Panik Dikejar Massa

Menurutnya, pegawai THL di kecamatan tersebut berinisial RF, positif menggunakan narkotika jenis ganja berdasarkan hasil tes urine.

"Totalnya ada 11 orang (pegawai). Tiga tersangka atas nama AM, VI, AH masuk penjara. Dari ketiga ini, dua orang kakak beradik," ungkap Akhmad, Kamis (30/8/2018).

Petugas lantas mengembangkan kasus ini ke kecamatan lainnya. Akhmad menuturkan, bermodal keterangan RF, petugas kembali melakukan penyelidikan.

Baca: Koalisi akan Lakukan Ini untuk Redam Kekecewaan Pendukung karena Jokowi Pilih Maruf Amin

"Jadi dari Cibodas berkembang terus ke Kecamatan Neglasari, terus ngembang lagi ke THL yang lain sampai 11 orang," jelasnya.

Dari 11 pegawai yang terbukti mengonsumsi narkoba, delapan pegawai mengikuti rehabilitasi, dan tiga pegawai berinisial AM, VI, dan AH, harus mendekam di balik jeruji besi.

"Kalau untuk pegawai kecamatan itu kan pengguna, jadi kami kembalikan dan dilakukan rehabilitasi, karena kan mereka pemakai dan kecanduan," papar Akhmad.

Baca: Soal Pengganti Sandiaga Uno, PKS: Jangan Sampai Dua Matahari Bersatu

Akhmad mengatakan, tes urine yang rutin digelar di lingkungan Pemkot Tangerang, bertujuan memutuskan mata rantai pemakaian barang haram berupa narkoba.

"Sesuai harapan Pak Wali Kota dengan BNN dan Kesbangpol, dengan tes urine memberikan dampak, kan banyak hasil. Tahun lalu saja pegawai Dishub dan Satpol PP kena," bebernya.

Akhmad menambahkan, pihaknya akan terus melakukan tes urine. Ada empat kecamatan yang akan didatangi pihaknya.

"Masih empat kecamatan lagi. Kalau di dinas kemarin saya koordinasi dengan Kesbangpol, melihat waktu dan kesempatan. Kami akan mengadakan tes urine secara mendadak tanpa diketahui kepalanya," papar Akhmad. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help