Warga Nilai Pemkot Depok Tak Bernyali Robohkan Tembok Tutup Akses Jalan Kecamatan Limo

Hanya sepeda motor yang bisa melintas dan masuk ke halaman Kantor Kecamatan Limo.

Warga Nilai Pemkot Depok Tak Bernyali Robohkan Tembok Tutup Akses Jalan Kecamatan Limo
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Penutupan akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, dengan pagar beton, terjadi sejak Selasa (10/4/2018) lalu oleh warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan. 

KETUA Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Limo, Risani menuturkan salah langkah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menyelesaikan permasalahan terkait pemagaran tembok beton di akses jalan masuk ke Kecamatan Limo, sejak April 2018 lalu.

Pemagaran dengan menutup akses jalan itu dilakukan Suganda, salah seorang warga yang mengklaim pemilik lahan.

Akibatnya sampai kini atau sejak 5 bulan lalu, akses jalan keluar masuk menuju Kecamatan Limo lumpuh dan tak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Penutupan akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, dengan pagar beton, terjadi sejak Selasa (10/4/2018) lalu oleh warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan.
Penutupan akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, dengan pagar beton, terjadi sejak Selasa (10/4/2018) lalu oleh warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Menurut Risani, seharusnya Pemkot Depok berani membongkar pagar tembok beton yang menutup akses jalan masuk ke Kecamatan Limo, sekalipun nantinya lahan itu memang milik salah seorang warga.

"Sebab pembangunan pagar beton yang menutup jalan tidak memiliki izin atau IMB, sekalipun dibangun oleh salah seorang warga di lahan yang diklaim miliknya. Apalagi kini Pemkot Depok sudah menggugatnya ke PN Depok terkait kepemilikan lahan. Jadi karena itu lahan sengketa, maka salah satu pihak tidak boleh membuat bangunan di sana," papar Risani, Jumat (24/8/2018).

Namun kata Risani, nyatanya sampai sidang gugatan kepemilikan lahan digelar di PN Depok, Pemkot Depok tak juga berani membongkar pagar beton.

"Jadi sepertinya Pemkot Depok tidak bernyali sama sekali membongkar pagar beton itu. Padahal dasarnya jelas, bahwa pagar beton tak ber IMB dan keberadaannya menganggu aktifitas warga yang ingin mendapatkan layanan di Kecamatan Limo," kata Risani.

Karenanya ia mendesak Pemkot Depok melalui Satpol PP Depok, berani membongkar pagar beton yang menutup akses jalan keluar masuk Kecamatan Limo. "Sebab sudah 5 bulan ini, warga yang bawa mobil kesulitan masuk ke Kecamatan Limo karena akses jalan dipagar beton sekitar 30 meter menjelang gerbang kantor kecamatan," kata dia.

Menurutnya warga sangat mendukung jika Pemkot Depok berani membongkar pagar beton yang menutup akses jalan dan bukan hanya menggugatnya saja ke PN Depok. "Tak perlu tunggu sampai putusan PN Depok final. Harus dibongkar secepatnya, karena akibat akses jalan dipagar, banyak warga yang dirugikan," kata dia.

Penutupan akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, dengan pagar beton, terjadi sejak Selasa (10/4/2018) lalu oleh warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan.
Penutupan akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, dengan pagar beton, terjadi sejak Selasa (10/4/2018) lalu oleh warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Seperti diketahui penutupan akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, dengan pagar beton, terjadi sejak Selasa (10/4/2018) lalu oleh warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan yakni Suganda.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved