Amien Rais Ungkap Makna Peribahasa Kuno Ikan Busuk Mulai dari Kepala yang Dikaitkan Negara Rusak
Oleh para filsuf dikatakan, sebuah negara mulai rusak tentu dari kepalanya, yaitu presidennya.
KETUA Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais menyampaikan peribahasa kuno, ikan busuk mulai dari kepalanya untuk menjelaskan penilaian dengan perumpamaan terhadap sebuah negara.
Meski Amien Rais menyatakan, peribahasa itu bukan menyerang seseorang di sebuah negara.
"Jadi, ikan itu busuk mulai dari kepala. Oleh para filsuf dikatakan, sebuah negara mulai rusak tentu dari kepalanya, yaitu presidennya tapi saya tidak menyebut pimpinan nasional," kata Amien di arena HUT ke-20 PAN, di kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (23/8/2018).
Amien Rais menjelaskan, peribahasa ikan membusuk mulai dari kepalanya berasal dari China, tapi ada yang mengatakan, itu peribahasa Yunani Kuno atau daerah lainnya.
Peribahasa ini telah disampaikan pada penutup khutbah di Masjid Sunda Kelapa.
Baca: Amien Rais Tidak Masalah dengan Figur Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden
Baca: Ramalan Kartu Tarot Jelaskan Nasib Timnas U-23 Saat Lawan UEA di 16 Besar Asian Games 2018
Baca: Fahri Hamzah Curiga Pemerintah Bokek sehingga Mendagri Minta Duit ke 33 Gubernur untuk Gempa Lombok
Supaya kebusukan tak merusak seluruh negara, dia mengajak semua kader PAN untuk melaksanakan kewajibannya, yakni teguh mengusahakan keadilan sosial sebagaimana yang disebutkan di Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Cara mewujudkan keadilan yakni melalui Pilpres 2019, PAN mendorong agar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memimpin Indonesia.
"Insya Allah, nanti duet Prabowo dan Sandiaga Uno dapat membawa perubahan karena tagline-nya tegakkan keadilan dan perangi kezaliman. Jadi, kita sudah dengan konsisten dengan Pak Sandiaga Salahuddin Uno. Beliau katakan Insya Allah, kalau dengan izin Allah, tentu antara lain tadi membuka lapangan kerja, percepatan pembangunan, penurunan harga," katanya.
Dia mengajak semuanya mewaspadai kecurangan pada Pilpres 2019. Selain itu, survei-survei yang beredar menjelang Pilpres 2019 perlu disikapi sebagai pendorong kerja keras.
Sementara itu, dalam ulasan Kompas.com, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional ( PAN) Amien Rais menegaskan bahwa pada hakekatnya Bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan meski terdiri dari masyarakat yang berbeda suku, agama dan etnis.
Hal itu ia ungkapkan saat berpidato dalam perayaan HUT ke-20 PAN di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Kamis (23/8/2018).
"Indonesia itu lepas dari perbedaan suku agama etnis dan lain-lain, hakekatnya adalah satu, Indonesia," ujar Amien.
Ia pun mengutip ajaran Presiden pertama RI Soekarno yang mengatakan, selama suatu bangsa memiliki keinginan untuk hidup bersama dan berdampingan, maka bangsa itu akan tetap utuh meski terdiri dari masyarakat yang berbeda latar belakang.
Baca: Kucing Hamil yang Ramal Prancis Juara Dunia Kini Ramal Hasil Timnas U-23 Vs UEA Asian Games 2018
Baca: Via Vallen Sempat Berdebat Saat Diminta Lipsync di Opening Ceremony Asian Games 2018
Selain itu, lanjut Amien, agama Islam juga secara tegas melarang tindakan diskriminasi terhadap siapapun tanpa melihat latar belakang suku dan agamanya.
Pendiri PAN itu mengatakan, setiap warga negara Indonesia memiliki hak asasi yang sama dan harus dijamin pemenuhannya.
"Dan, saya kira, menurut Agama Islam pun kita tidak boleh melakukan diskriminasi atas dasar apapun juga. Semua manusia sama. Hak asasi manusia adalah sama," kata Amien. (Kristian Erdianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/amien_20180824_055015.jpg)