Tenggak Miras di Kelas, 5 Siswi SMK di Depok Diamankan Polisi

Lima siswa perempuan SMK swasta di Cipayung, Depok, ditangkap polisi karena kedapatan menenggak minuman keras di kelas.

Tenggak Miras di Kelas, 5 Siswi SMK di Depok Diamankan Polisi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Lima siswa perempuan sebuah SMK swasta di Cipayung, Kota Depok yang sempat menenggak minuman keras di dalam kelas saat pelajaran sedang berlangsung dibina di Polsek Pancoran Mas, Depok. 

LIMA siswa perempuan sebuah SMK swasta di Cipayung, Depok, menenggak minuman keras di dalam kelas, saat pelajaran sedang berlangsung.

Kelimanya sempat diamankan petugas Polsek Pancoran Mas, Senin (30/7/2018) untuk dimintai keterangan dan dibina atau diberi peringatan keras, sebelum dikembalikan ke orangtua mereka masing-masing.

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Wowor, Selasa (31/7/2018) menuturkan, ulah kelima siswa menenggak miras di dalam kelas saat pelajaran berlangsung diketahui berdasarkan laporan warga. 

Ada pula temuan foto kelimanya yang sedang minum miras di dalam kelas yang tersebar di media sosial facebook dan lewat aplikasi WhatsApp.

Karena dianggap tak wajar dan dapat meresahkan sekolah serta siswa lainnya, kata Roni pihaknya langsung mengamankan kelimanya untuk diberi pengertian.

Selain itu juga diselidiki motif kelimananya minum miras di dalam kelas dan memotretnya lalu  menyebarkannya lewat media sosial.

"Mereka hanya iseng. Namun ini sempat meresahkan. Karenanya kelimanya sempat diamankan. Tapi semua sudah diberi pembinaan dan dipulangkan ke keluarganya masing-masing," kata Roni.

Selain itu, kata dia, kelimanya juga diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Demi menjaga nama baik dan kondisi psikis kelima siswa yang masih remaja itu, kata Roni, pihaknya hanya berupaya memberi pengertian bahwa miras tidak baik bagi perkembangan mereka dan dapat merusak tubuh.

Ia juga meminta foto-foto mereka di facebook dihapus dan warga yang mendapat kiriman foto mereka sedang minum miras di kelas, lewat pesan WhatsApp agar juga menghapusnya dan tidak menyebarkannya.

"Supaya mereka tidak semakin tertekan dengan kejadian ini," kata Roni.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved