Dishub DKI Rangkul Swasta Buatkan Shelter Khusus Ojol, Juga Minta Aplikator Tak Berpangku Tangan

Terdapat pula sejumlah gedung aset milik Dinas Perhubungan yang bisa dijadikan tempat bagi ojol menunggu penumpang selama maksimal 10 menit.

Dishub DKI Rangkul Swasta Buatkan Shelter Khusus Ojol, Juga Minta Aplikator Tak Berpangku Tangan
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Tempat menaikkan dan menurunkan penumpang ojek online di Kantor Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. 

WAKIL Kepala Dinas Perhubungan Sigit Widjatmoko mengatakan, pihaknya akan merangkul pemilik gedung perusahaan swasta, untuk turut membuatkan shelter khusus ojek online (ojol).

Hal itu dimulai dari membuat tempat turun maupun naik penumpang ojol di gedung-gedung milik pemerintah, seperti kantor balai kota, wali kota, kecamatan, hingga kelurahan.

"Kita mencoba membangun yang namanya shelter attau launch untuk teman-teman ojek online ataupun ojek yang lainnya, tidak mangkal sifatnya, tetapi pick up dan drop off," kata Sigit.

Baca: Kantor Kecamatan Sawah Besar Jadi Tempat Naik Turun Penumpang Ojek Online

"Diawali dengan gedung-gedung milik Pemprov DKI Jakarta, kemudian baru nanti bisa dikeluarkan ke aset pemerintah yang lainnya seperti tanah milik PT KAI ataupun kementerian dan lembaga yang lain," sambungnya.

Terdapat pula sejumlah gedung aset milik Dinas Perhubungan yang bisa dijadikan tempat bagi ojol menunggu penumpang selama maksimal 10 menit.

"Baru setelah itu kita bisa mengajak peran serta swasta. DKI di Balai Kota sudah ada, tadi juga sudah digunakanjuga di aset milik Dinas Perhubungan, baik itu terminal maupun kantor sudin dan kantor UP sudah diaplikasikan," tuturnya.

Baca: Anas Urbaningrum: Saya Hanya Minta Diadili, Jangan Dijaksai dan Dihakimi

Sigit menambahkan, stasiun-stasiun kereta biasanya dipadati ojol-ojol yang menunggu penumpang, seperti di Stasiun Sudirman. Oleh sebab itu, pihaknya berencana membuatkan shelter di dekat Stasiun Sudirman baru.

Pihaknya pun mengharapkan agar aplikator tidak hanya berpangku tangan untuk menyelesaikan permasalahan kemacetan, akibat ojol-ojol yang sering mangkal di stasiun-stasiun kereta.

"Hal yang penting sekarang adalah lebih kepada bagaimana kita bisa membangun sinergi. Karena si aplikator, baik Grab maupun Go-Jek, juga kita sampaikan, awal mereka membentuk itu kan mereka tidak akan ngetem, tidak akan berpangkal. Nah, ini juga kita reminder ke mereka," beber Sigit. (*)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved