Media Sosial

Fahri Hamzah Sebut BUMN Tempat Mangkal Tim Sukses

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku khawatir atas nasib Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Fahri Hamzah Sebut BUMN Tempat Mangkal Tim Sukses
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Direskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/3/2018). 

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku khawatir atas nasib Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebab, menurutnya, utang BUMN lebih besar dibandingkan utang negara saat ini, BUMN pun disebut sebagai perkumpulan tim sukses pemerintahan saat ini.

"Saya khawatir BUMN kita dalam masalah besar.... Hutangnya lebih besar dari hutang negara...tempat mangkal tim sukses, dikelola tanpa pertanggungjawaban dan menjadi petugas operasi ekonomi komando dengan kewajiban menyiapkan dana bagi kegiatan politik penguasa. #Waspadalah," tulisnya di akun Twitter@Fahrihamzah.

Kondisi tersebut, lanjut Fahri Hamzah, sudah ia khawatirkan sejak lama. Hal itu ia tuangkannya dalam sebuah buku yang disusunnya pada sekitar 2008 silam. Buku berjudul 'Negara, BUMN dan Kesejahteraan Rakyat' itu menggambarkan posisi BUMN yang dilematis.

"Saya menulis ini dalam sebuah buku yg sudah lama diterbitkan sekitar 10 thn lalu. Menggambarkan #DilemaBUMN di satu sisi sebagai alat negara tapi di sisi lain sebagai medium kesejahteraan rakyat. Sampai hari ini (terutama) dilema itu masih terjadi," ungkapnya melengkapi sebuah buku miliknya, Jumat (20/7/2018).

Sebelumnya, Fahri Hamzah juga memosting aksi unjuk rasa pegawai Pertamina yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSBPP) dan Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy (SPPGE). Dalam postingannya, para pegwai menyampaikan lima tuntutan.

Baca: Galang Dana Politik, Fahri Hamzah: Prabowo Bingung Bisnisnya Dihambat, Akhirnya Enggak Punya Uang

"Tuntutan yang disampaikan, MENOLAK: 1. Akuisisi Pertagas oleh PGN; 2. SK Menteri BUMN No. 39/2018; 3. Permen ESDM No. 23/2018; 4. Perpres No. 43/2018 (Revisi PP 191/2014); 5. Menuntut Menteri BUMN mundur dari jabatanya. Pukul 08.00 wib massa bertambah 1.000 org. Demikian," tulisnya mengulang tuntutan pekerja.

Postingannya pun disambut beragam komentar. Dukungan hingga hinaan disampaikan netizen atas asumsi nyinyirnya terhadap Pertamina dan PGN. Seperti yang disampaikan oleh Wiwit Rachmat Budi W lewat akun @wiwitsuzuki_r4.

Dirinya menyindir Fahri Hamzah agar menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), akan tetapi Presiden terpilih periode 2019-2024 mendatang tetap dijabat Joko Widodo.

Baca: Pelajar Sering Satroni Rumah Tersangka Penjual dan Pengoplos Miras di Cengkareng Sebelum Sekolah

"Saya dukung Bapak jadi menteri BUMN,,,agar negara aman,karyawan sejahtera,dan rakyat makmur. Tapi Presiden tetep Jokowi yaaa," tulisnya.

"Bumn djdikan bancakan para pejabat dn pegawenya mangkanya rugi terus," balas Eko lewat akun @EkoPh18.

"Memang ngetuit itu paling gampang. Tanpa data, main tuduh dan lari dari tanggungjawab utk memberi bukti. Mengukur orang lain berdasarkan perilaku sendiri sudah jadi tradisi. Termasuk oleh wakil ketua yg terhormat ini," tulis Januar @januarbudiharto.

Baca: Makan Siang Bareng di Warteg, Ini Hidangan yang Disantap Anies Baswedan dan Sudirman Said

Sedangkan Tonni Antonius lewat akun @gg_tonni mengusulkan Fahri Hamzah mengaudit seluruh BUMN bermasalah, sehingga kekhawatirannya dapat terjawab.

"Pakai mekanisme audit BPK saja. Perlu audit investigasi? Kan Bpk meyakini kemampuan auditor2 kita. Sehingga kekhawatiran itu terjawab. Saya prihatin klu Bpk khawatir terus," tulis Tonni nyinyir. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved