Pelajar Sering Satroni Rumah Tersangka Penjual dan Pengoplos Miras di Cengkareng Sebelum Sekolah

Para pelajar itu, kata beberapa warga setempat, membeli miras oplosan buatan Sari.

Pelajar Sering Satroni Rumah Tersangka Penjual dan Pengoplos Miras di Cengkareng Sebelum Sekolah
WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN
Rumah Sari alias SR (60) di Jalan Kincir Raya, RT 08/06, Cengkareng, Jakarta Barat, tersangka penjual serta pembuat minuman keras (miras) oplosan. 

RUMAH tersangka penjual serta pembuat minuman keras (miras) oplosan, Sari alias SR (60) di Jalan Kincir Raya, RT 08/06, Cengkareng, Jakarta Barat, diketahui kerap kali disatroni para pelajar.

Para pelajar itu, kata beberapa warga setempat, membeli miras oplosan buatan Sari. Rumah Sari kini diberi garis polisi. Warga pun sudah mengetahui sejak lama bahwa Sari menjual miras oplosan. Namun miris, pembeli tidak hanya orang dewasa semata, namun juga para pelajar.

Baik pelajar SMP maupun SMA, tidak malu dan ragu, bahkan tidak takut bila ditegur warga setempat, ketika membeli miras oplosan di rumah Sari itu. Beberapa warga pun memaparkan apabila penjualan miras oplosan itu sudah lama dilakoni oleh Sari.

Baca: Jenazah Dua Warga Cengkareng Korban Miras Oplosan Diautopsi di RS Polri Kramat Jati

"Mau pagi, siang, sore, dan malam ya, ada saja pelajar berangkat sekolah, malah mampir dulu beli miras. Siang pada bolos sekolah, membeli lagi itu miras. Sampai malam pun banyak para pelajar ngantre pulang sekolah beli miras hasil buatan Sri," papar Marniah (41), tetangga Sari, kepada awak media, Selasa (26/6/2018).

Warga lainnya, Kusnoadji (32) mengatakan, Sari tinggal di rumah bersama Bambang selaku suaminya. Beberapa warga, kata Kusno, mengaku bernapas lega lantaran Sari kini berada di balik jeruji besi.

"Ya sebenarnya dia (Sari) berjualan miras yang oplosan seperti itu sudah lama sekali ya. Tidak sebentar. Kami tahu, banyak warga luar, malah sampai pelajar datang ke rumahnya untuk bisa membeli mirasnya," papar Kusno.

"Katanya tuh mirasnya enak dan manis, dan gampang nge-fly. Ternyata, air jahat buatannya buat enam orang tewas. Bikin kaget warga sini juga, pak," sambung Kusno. (*)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved