Terbongkar Pencitraan Berlebihan Freeport Lihat Saja 5 Fakta FI Belum Direbut Kembali

Indonesia (pemerintah dan Inalum), Freeport-McMoRan Inc. (FCX), dan Rio Tinto sepakat pada harga US$ 3.85 miliar atau sekitar Rp 55 triliun.

Terbongkar Pencitraan Berlebihan Freeport Lihat Saja 5 Fakta FI Belum Direbut Kembali
Warta Kota
Dradjad Wibowo paparkan temuan pencitraan berlebihan pakai Freeport Indonesia. 

ANGGOTA Dewan Kehormatan (Wanhor) Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga ekonom senior Indef, Dradjad Wibowo menyampaikan, pemerintah terlalu berlebihan soal PT Freeport Indonesia.

"Seandainya pemerintah mengumumkan hasil negosiasi dengan Freeport Indonesia (FI) apa adanya, tentu kita harus mengapresiasi," katanya di Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Menurut Dradjad, negosiasi ini sangat alot dan sudah berjalan sekitar setahun.

Perlu kerja keras dari pihak Inalum dan pemerintah.

"Saya percaya, bos Inalum, Budi Sadikin akan mati-matian mencari deal terbaik bagi Indonesia. Dia, dulunya, dikenal sebagai seorang bankir yang profesional dan hati-hati," katanya.

Sayangnya, kata Dradjad, pencitraan yang dilakukan oleh oknum pemerintah sangat kelewatan.

"Sangat membodohi rakyat. Saking berhasilnya, tidak sedikit yang menulis “terima kasih pak Jokowi” tanpa melakukan fact-check. Sampai-sampai, ada seorang mahasiswa Indonesia di Inggris pun melakukan kebodohan yang sama," katanya.

Dradjad menyatakan, dia mendukung penuh usaha pemerintah mengambil alih saham mayoritas FI.

"Yang saya kritisi adalah pencitraan dan pembodohan rakyat yang kelewatan," katanya.

Mari kita lakukan fact-check.

Halaman
1234
Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help