Naikkan Harga BBM Per 1 Juli 2018, Ini Penjelasan Kementerian Keuangan

Mengawali postingan, Kemenkeu menjelaskan tentang perubahan kebijakan subsidi BBM yang telah diubah dari subsidi harga menjadi subsidi tetap.

Naikkan Harga BBM Per 1 Juli 2018, Ini Penjelasan Kementerian Keuangan
Tribunnews
Petugas tengah mengisikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Cikini, Jakarta Pusat 

KENAIKAN harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi telah ditetapkan Pertamina per 1 Juli 2018. Kenaikan BBM pun dikeluhkan masyarakat dan meluas hingga viral di media sosial.

Meluruskan isu yang berkembang, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) lewat akun twitter @KemenKeuRI, memosting alasan subsidi terhadap sejumlah jenis BBM dan listrik dihapuskan.

"Malam #temankeu Dalam #APBN2018, kebijakan belanja negara diarahkan untuk mengalihkan belanja konsumtif menjadi belanja produktif, salah satunya perbaikan skema subsidi energi, terutama subsidi bahan bakar minyak (BBM) & subsidi listrik. Simak fakta-fakta berikut!" tulis admin @KemenKeuRI pada Senin (9/7/2018) malam.

Baca: Di Australia, Golput Bisa Didenda Atau Dipenjara

Mengawali postingan, Kemenkeu menjelaskan tentang perubahan kebijakan subsidi BBM yang telah diubah dari subsidi harga menjadi subsidi tetap. Sedangkan kebijakan subsidi listrik diperuntukkan bagi pelanggan 900 VA, dan hanya diberikan untuk keluarga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Anggaran subsidi BBM dan LPG tabung tiga kilogram dialokasikan sebesar Rp 46,86 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2018. Sedangkan alokasi anggaran subsidi listrik direncanakan sebesar Rp 47,66 triliun.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), sebanyak 86 persen dari total kebutuhan BBM saat ini merupakan BBM bersubsidi, yakni premium, pertalite, solar, dan minyak tanah. Sedangkan sisanya merupakan BBM Non Subsidi, sebesar 14 persen BBM, antara lain Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Dex & Dexlite.

Baca: Satu KTP DKI Bisa untuk Beli Lima Tiket Masuk Atlantis Water Adventure yang Didiskon 50 Persen

"Pemerintah tetap berkomitmen untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi, namun bagi jenis BBM yang tidak disubsdi pemerintah, harga bersifat fluktuatif, karena ditentukan oleh badan usaha dengan membertimbangkan harga minyak dunia yang dinamis," tulis admin @KemenKeuRI.

"Artinya, kenaikan harga BBM nonsubsidi awal Juli lalu tidak akan terlalu berdampak karena mayoritas (86%) BBM yg dikonsumsi masyarakat tidak mengalami kenaikan," jelas Kemenkeu.

Sebelumnya, untuk menyesuaikan harga minyak dunia yang naik hingga sebesar 75 USD per barel, pemerintah menaikkan harga sejumlah BBM Non Subsidi per tanggal 1 Juli 2018.

Harga Pertamax sebesar Rp 9.500 per liter dari sebelumnya Rp 8.900 per liter, Pertamax Turbo Rp 10.700 per liter dari sebelumnya Rp 10.100 per liter, Pertamina Dex Rp 10.500 per liter dari Rp 10.000, dan Dexlite Rp 9.000 per liter dari sebelumnya seharga Rp 8.100 per liter. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help