Pilkada Serentak 2018

Di Australia, Golput Bisa Didenda Atau Dipenjara

Mereka yang golput akan dikenakan sanksi, lantaran hal tersebut dianggap melanggar hukum.

Di Australia, Golput Bisa Didenda Atau Dipenjara
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Sejumlah warga negara asing (WNA) memperhatikan proses pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01, Pekayon Jaya, Bekasi, Rabu (27/6/2018). 

SEJUMLAH warga negara asing (WNA) melakukan studi banding guna melihat pelaksanaan proses pemungutan suara di sejumlah daerah yang melaksanakan pilkada serentak 2018.

Kunjungan mereka merupakan bagian dari program Bawaslu yang mempersilakan perwakilan negara asing tersebut membandingkan situasi pemilu di Indonesia dangan negara asalnya.

Bernadette Mary Paterson, perwakilan KPU Australia menyatakan, terdapat perbedaan mengenai hukum kepada orang-orang yang tak menggunakan hak suaranya alias golongan putih (golput).

Baca: Ikut Program Bawaslu, Warga Asing Pantau Pemungutan Suara di TPS 01 Pekayon Jaya Bekasi

"Kalau di Australia hukumnya setiap warga wajib untuk menggunakan hak pilihnya, ada hukum yang mengikat," ucap Mary saat ditemui Warta Kota di TPS 01, Pekayon Jaya, Bekasi, Rabu (27/6/2018).

Mereka yang golput akan dikenakan sanksi, lantaran hal tersebut dianggap melanggar hukum.

"Konsekuensinya apabila golput bisa mendapatkan hukuman berupa denda atau bahkan dipenjara," ungkapnya.

Baca: Pilkada Serentak 2018, Gatot Nurmantyo: Mari Kita Berpesta, Hargai Persepsi Pilihan Masing-masing

Hal yang serupa seperti pemilu di Australia, sambung Mary, yakni bentuk kotak suara yang terbuat dari bahan seng.

Mary juga mengapresiasi pelaksanaan pemilu di Indonesia yang melibatkan aparat kepolisian beserta TNI, untuk menjaga proses pemungutan suara berjalan secara transparan. (*)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help