Pilkada Serentak 2018

Ikut Program Bawaslu, Warga Asing Pantau Pemungutan Suara di TPS 01 Pekayon Jaya Bekasi

Para WNA berasal dari berbagai institusi seperti KPU dari negaranya masing-masing, NGO, beserta praktisi pemilu.

Ikut Program Bawaslu, Warga Asing Pantau Pemungutan Suara di TPS 01 Pekayon Jaya Bekasi
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Sejumlah warga negara asing (WNA) memperhatikan proses pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01, Pekayon Jaya, Bekasi, Rabu (27/6/2018). 

ADA yang berbeda dalam penyelenggaraan pilkada serentak tahun ini.

Sejumlah warga negara asing (WNA) terlihat memperhatikan proses pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01, Pekayon Jaya, Bekasi.

Anggota Panwaslu Bekasi Tommy Siswanto mengatakan, para WNA berasal dari berbagai institusi seperti KPU dari negaranya masing-masing, NGO, beserta praktisi pemilu.

"Kehadiran mereka berkaitan dengan program Bawaslu RI. Program electoral study Bawaslu RI, di mana kami ingin menyajikan kepada negara tetangga bahwa hari ini kami menyelenggarakan pesta demokrasi," kata Siswanto di lokasi, Rabu (27/6/2018).

Baca: Usai Mencoblos, Rahmat Effendi Keliling TPS di Bekasi

Tommy mengatakan, ada 40 WNA yang melakukan studi banding. Mereka disebar ke lima wilayah yang menggelar pilkada seperti Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Tangerang, dan Banten.

Mayoritas dari mereka berasal dari negara Asia seperti India, Myanmar, Australia, dan Timor Leste. Ada pula yang berasal dari Amerika Serikat dan Swiss.

"Bekasi sendiri ada 17 orang yang hadir. Mereka melakukan studi banding yang kemudian hasilnya akan dijadikan platform atau rujukan untuk menyelenggarakan pemilu negara mereka masing-masing," paparnya.

Baca: Ini TPS 61 Tempat Deddy Mizwar Mencoblos, Jaraknya Cuma 50 Meter dari Rumah Si Naga Bonar

Baca: Enam TPS Rawan di Kota Bekasi Bakal Dipantau Negara Asing

Mereka akan mengunjungi Indonesia selama tiga hari. Pada hari pertama, Selasa (26/6/2018) kemarin, mereka diberikan pemahaman mengenai proses pemilu dan demokrasi di Indonesia.

"Hari ini praktik lapangan dan besok terakhir ada hasil rekapitulasi," jelas Tommy.

Bernadette Mary Paterson, perwakilan KPU Australia menyatakan, pemilu di Indonesia berlangsung cukup transparan dengan menempatkan sejumlah petugas keamanan.

"Saya datang dari Australia, dari Komisi Pemilihan Umum Australia untuk melihat pemilihan umum di Indonesia. Saya ingin melihat suasana dan kemanan yang diterapkan saat pemilu di Indonesia. Saya melihat adanya keseimbangan antara pihak keamanan dan transparansi saat dilakukan pemilihan umum," papar Mary. (*)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help