Jumat, 17 April 2026

Bantu Orangtua Input Data Peserta PPDB, SMPN 216 Sediakan 20 Operator

Jalur ini diperuntukan bagi calon peserta didik yang bertempat tinggal di sekitar sekolah pilihannya.

WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Suherman, Kepala SMPN 216 Jakarta Pusat saat ditemui Warta Kota, Selasa (26/6/2018). 

PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Pertama (SMP) jalur lokal DKI Jakarta tahun ajaran 2018/2019, berlangsung selama tiga hari.

Jalur ini diperuntukan bagi calon peserta didik yang bertempat tinggal di sekitar sekolah pilihannya.

Tidak tanggung-tanggung, jalur lokal membuka peluang banyak 55 persen dari kuota sekolah. SMP Negeri 216 yang terletak di Senen, Jakarta Pusat, menyediakan 195 bangku khusus untuk jalur ini.

Baca: SMPN 4 Jakarta Pusat Sediakan Layanan Bantuan Input PPDB Bagi Orangtua yang Gaptek

Di hari kedua, antusias pendaftar cukup baik. Tercatat sudah 292 orang yang langsung ke sekolah dan menjadikan SMPN 216 pilihan pertama. Jumlah ini belum termasuk pendaftar online yang menjadikan sekolah ini sebagai pilihan kedua dan ketiga.

Cukup membawa Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN), Kartu Keluarga (KK), serta Akta Kelahiran, mereka sudah bisa mendapat formulir B1 dan nomor token untuk login memilih tiga sekolah yang diinginkan.

Setelah memiliki nomor token, mereka bisa segera aktivasi di rumah. Sekolah pun menyediakan layar yang menayangkan tahap demi tahap cara mendaftar.

Baca: Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional Belum Keluar, Orangtua Harus Bolak-balik Urus PPDB

Tak jarang beberapa pendaftar tidak mengerti ataupun tidak memiliki fasilitas yang mempuni, sehingga pihak sekolah menyediakan sebanyak 20 operator yang siap membantu.

Kepala SMPN 216 Jakarta Suherman mengatakan, layanan ini sengaja disediakan untuk mempermudah dan membuat pendaftar nyaman serta tidak perlu mengantre terlalu lama.

"Saking membeludaknya pendaftar, kami sediakan 20 operator yang siap memandu ataupun menginput data jika pendaftar tidak mengerti," ujar Suherman kepada Warta Kota, Selasa (26/6/2018).

Baca: Sam Aliano Bakal Gantung Dalang Teroris di Monas

Namun, operator tidak berhak memilihkan sekolah tujuan, hanya membantu orangtua murid menginput saja.

"Jadi operator hanya membantu, namun tidak boleh memilihkan, yang memilih sekolah tetap orangtua, karena semua keputusan diserahkan kepada orangtua," ucapnya.

Jika ingin dibantu, orangtua harus memberikan surat kuasa yang menyatakan tidak akan komplain jika anaknya tidak diterima di sekolah pilihannya.

Baca: Janji Tutup YouTube dan Facebook, Sam Aliano Bakal Gantikan dengan Medsos Buatan Dalam Negeri

"Surat kuasa ini sebagai bukti kalau orangtua yang memilihkan sekolah, dan tidak akan menuntut jika anaknya tidak diterima karena nilainya kurang," jelas Suherman.

Selanjutnya, orangtua tinggal memantau hasil hingga pengumuman pada 28 Juni 2018 pukul 16.00 WIB. Jika diterima, barulah peserta menyiapkan berkas untuk lapor diri ke sekolah yang menerima. Jika tidak diterima, masih ada kesempatan di jalur umum pada 2 Juli 2018 mendatang. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved