Krisis Suriah

Tim Penyelidik Senjata Kimia Tiba di Douma, Suriah Janjikan Bebas Tekanan

Ada kemungkinan barang bukti telah dihilangkan, mengingat Douma di bawah kendali Rusia dan pasukan Suriah selama sepekan terakhir.

Tim Penyelidik Senjata Kimia Tiba di Douma, Suriah Janjikan Bebas Tekanan
AFP/Nazeer Al-Khatib via Kompas.com
WARGA Suriah membawa tas di antara tenda-tenda di Al-Bil, timur kota Azaz, yang didirikan untuk menampung warga yang melarikan diri dari bekas wilayah kantong pemberontak di Douma. 

TIM dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) tetap bekerja menyelidiki lokasi di dekat ibu kota Suriah yang diduga menjadi sasaran serangan senjata kimia.

Dua tim pencari fakta telah dikirim oleh organisasi yang bermarkas di Den Haag itu untuk mengungkap bukti dugaan adanya penggunaan zat kimia berbahaya dalam serangan di kota Douma pekan lalu, yang menewaskan lebih dari 40 orang.

Baca: Akibat Serangan Gas Beracun, 500 Warga Suriah di Douma Terpapar Zat Kimia Berbahaya

Akibat penggunaan senjata kimia yang diyakini AS dan sekutunya dilancarkan oleh rezim Suriah, Jumat (13/4/2018) malam, militer AS bersama Inggris dan Perancis meluncurkan lebih dari 100 misil ke tiga fasilitas terkait senjata kimia Suriah.

Beberapa jam usai serangan militer AS ke Damaskus dan Hom, tim pencari fakta OPCW tiba di kota Douma. tepat di sebelah timur ibu kota.

"Tim pencari fakta telah tiba di Damaskus pada Sabtu (14/4/2018) dan dijadwalkan berangkat ke Douma keesokan harinya," kata Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Ayman Soussan, kepada AFP.

Baca: Ini Pro Kontra Negara-negara Arab Soal Serangan AS dan Sekutunya ke Suriah

Pemerintah Suriah juga telah menjanjikan bakal membantu secara penuh kerja tim pencari fakta, termasuk masalah keamanan.

"Kami akan memastikan mereka dapat bekerja secara profesional, obyektif, tidak memihak dan bebas dari tekanan apa pun," tambah Soussan.

Pada 2017, tim OPCW sempat mengkonfirmasi adanya penggunaan zat sarin dalam serangan di kota utara Khan Sheikhun. Langkah penyelidikan tim kali ini lebih berat karena sejumlah pihak yang mengklaim telah memiliki bukti dan menggunakannya sebagai dasar untuk melakukan serangan balasan.

Baca: Ini Sebabnya AS dan Perancis Ngotot Berikan Aksi Tegas pada Suriah

Belum lagi kemungkinan barang bukti yang telah dihilangkan, mengingat kawasan yang diselidiki berada di bawah kendali polisi militer Rusia dan pasukan Suriah selama sepekan terakhir.

"Segala kemungkinan itu harus tetap masuk dalam pertimbangan dan tim investigasi akan menjadi bukti terkait kemungkinan lokasi insiden telah dirusak," kata Ralf Trapp, konsultan sekaligus anggota tim misi OPCW untuk Suriah sebelumnya. (Agni Vidya Perdana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tim Pencari Fakta Tetap Selidiki Bukti Senjata Kimia di Douma"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help