Krisis Suriah

Akibat Serangan Gas Beracun, 500 Warga Suriah di Douma Terpapar Zat Kimia Berbahaya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengecam serangan gas beracun di Douma, Suriah, Sabtu (7/4/2018), yang memicu ketegangan di Timur Tengah.

Akibat Serangan Gas Beracun, 500 Warga Suriah di Douma Terpapar Zat Kimia Berbahaya
AFP/Nazeer Al-Khatib via Kompas.com
WARGA Suriah membawa tas di antara tenda-tenda di Al-Bil, timur kota Azaz, yang didirikan untuk menampung warga yang melarikan diri dari bekas wilayah kantong pemberontak di Douma. 

WARTA KOTA, JENEWA --- Sekitar 500 warga Suriah dilaporkan menunjukkan tanda-tanda terpapar zat kimia berbahaya, menyusul dugaan serangan gas beracun di kawasan kantong pemberontak Suriah.

Jumlah tersebut disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) yang mengecam serangan gas beracun di wilayah Douma, Sabtu (7/4/2018).

"Secara khusus, ada tanda-tanda iritasi parah pada membran mukosa, kegagalan pernapasan, dan gangguan pada sistem saraf pusat dari mereka yang terpapar," kata WHO dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Jenewa, Rabu (11/4/2018).

Baca: Rusia Siapkan Antirudal Canggih untuk Lindungi Suriah, Ini yang Disiapkan AS dan Sekutunya

Meski demikian, WHO pada dasarnya tidak memiliki kewenangan untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia. Demikian diberitakan Reuters.com.

Organisasi Pelarangan Persenjataan Kimia (OPCW) yang memiliki kewenangan, saat ini masih mencari jaminan keselamatan dari Damaskus untuk memasuki wilayah Douma dan melakukan investigasi, meski hasilnya tidak sampai pada menunjuk pihak yang bertanggung jawab.

WHO mengatakan, lebih dari 70 orang yang diketahui tengah berlindung dari serangan udara di ruang bawah tanah di kota Douma dilaporkan telah meninggal.

Di antara para korban yang meninggal tersebut 43 menunjukkan tanda telah terpapar bahan kimia yang sangat beracun.

Baca: Posisi Kapal Selam Inggris Tunggu Perintah, Siap Tembakkan Misil ke Suriah

"Kita semua harus marah atas kejadian dan pemandangan mengerikan dari Douma ini," kata Peter Salama, Wakil Direktur Jenderal WHO untuk urusan kesiapsiagaan dan tanggap darurat.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help