Siapkan Konsep TOD, PT MRT Benahi Kawasan Dukuh Atas

PT MRT Jakarta menyiapkan tiga tahap untuk memicu tumbuhnya kawasan TOD Dukuh Atas.

Siapkan Konsep TOD, PT MRT Benahi Kawasan Dukuh Atas
Warta Kota/Rangga Baskoro
Suasana pekerjaan proyek pembangunan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Stasiun Dukuh Atas yang terletak di Jalan Tanjung Karang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (28/3). 

WARTA KOTA TANAH ABANG -- PT MRT Jakarta menyiapkan tiga tahap untuk memicu tumbuhnya kawasan TOD Dukuh Atas.

Pertama, PT MRT Jakarta akan menyelesaikan Taman Dukuh Atas pada Bulan Juni.

Tahap kedua, PT MRT juga akan membenahi pedestrian di sepanjang Jalan Tanjung Karang, Dukuh Atas, tepatnya di bawah kolong jalan antara Stasiun Sudirman dan Stasiun BNI (Kereta Bandara Soekarno-Hatta).

"Aspek-aspek pembangunan langsung yang akan dilaksanakan adalah penyelesaian Taman Dukuh Atas, bulan Juni selesai. Kedua, pekerjaan pembangunan pedestrian di bawah Jalan Kendal dan sepanjang Jalan Tanjung Karang. Kami pastikan untuk area transit selesai sebelum MRT beroperasi di Maret 2019," ungkap William di Stasiun Dukuh Atas, Rabu (28/3).

Kemudian, tahap terakhir pihaknya akan memulai pembangunan transit-hub di lahan eks pasar Blora, depan Stasiun Sudirman. Konsep transit-hub akan disayembarakan kepada masyarakat.

Penambahan Kawasan TOD

Sementara itu, Direktur Operasional MRT Agung Wicaksono menyatakan pembangunan TOD mengacu pada Pergub Nomor 44 tahun 2017 tentang TOD dan Pergub Nomor 140 tahun 2017 tentang penugasan PT MRT Jakarta sebagai operator utama.

Di dalam Pergub 140 disebutkan terdapat delapan TOD yang akan dibangun, enam di kawasan underground MRT yaitu Bundaran Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI. Kemudian ada pula di Lebak Bulus dan Fatmawati.

"Namun ada pula ketetapan kalau ada daerah yang mau diajukan sebagai TOD, bisa dilakukan kajian. Kalau memenuhi syarat jumlah penumpang, interaksi antar moda dan potensi ekonominya bisa saja dilakukan tambahan," kata Agung.

Ia pun mencontohkan seperti satu gedung South Quarter yang terletak di tengah-tengah antara Stasiun Lebak Bulus dan Fatmawati.

"Jarak dari Stasiun Lebak Bulus ke Fatmawati itu paling jauh, kurang lebih 2,2 kilometer karena rata-rata stasiun lain hanya 1 kilometer. Gedung itu berada di tengah-tengah," tuturnya.

Pihaknya pun melihat potensi untuk membuat stasiun tambahan lantaran posisinya yang ideal untuk dijadikam area TOD.

"Bisa diajukan lagi ke Pemprov tentutnya dengan kajian-kajian. Apakah memungkinkan untuk dijadikan park and ride kalau gedungnya punya tempat parkir yang luas? Bisa saja nanti kalau masyarakat mau ke Jakarta Pusat dari Selatan, parkir mobilnya di gedung itu, lalu nyambung naik MRT. Jadi gak ada lagi nanti mobil yang masuk ke Jakarta Pusat," ujarnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help